⌂ Beranda News Polisi Tangkap Pasutri di Pangkalan Kerinci karena Eksploitasi Anak Jadi Manusia Silver

Polisi Tangkap Pasutri di Pangkalan Kerinci karena Eksploitasi Anak Jadi Manusia Silver

Polisi Tangkap Pasutri di Pangkalan Kerinci karena Eksploitasi Anak Jadi Manusia Silver
Polisi mengamankan pasangan suami istri terkait eksploitasi anak
A A Ukuran Teks16px

Kepolisian Sektor Pangkalan Kerinci mengamankan pasangan suami istri berinisial MM dan SM di Kabupaten Pelalawan, Riau. Keduanya diduga mengeksploitasi anak menjadi pengemis 'manusia silver'.

Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan masyarakat tentang keributan antar anak-anak di depan Ramayana, Pangkalan Kerinci, pada Jumat (12/6) sekitar pukul 21.30 WIB.

>>> Jetour Catat Penjualan 1.233 Unit Selama Lima Bulan di Indonesia

Petugas yang tiba di lokasi menemukan tiga anak: dua bocah laki-laki berinisial MH (11) dan RA (9), serta seorang anak perempuan berinisial PW (9).

MH dan RA merupakan anak kandung pasangan pelaku, sedangkan PW adalah cucu mereka.

Kapolsek Pangkalan Kerinci AKP Shilton mengatakan, kedua pelaku masih diperiksa secara mendalam. "Untuk terlapornya orang tua korban dengan inisial MM dan SM.

Saat ini keduanya masih kami lakukan pemeriksaan mendalam," ujarnya, Sabtu (13/6/2026).

>>> Jadwal Piala Dunia 14 Juni 2026: Laga Grup B dan C Tersaji

Keributan dipicu rasa takut salah satu anak untuk pulang ke rumah. PW mengaku takut karena diancam kekerasan fisik oleh neneknya (SM) jika tidak memenuhi target setoran uang.

"Mereka ribut karena salah satu anak, yaitu PW mengaku takut pulang ke rumah karena jika tidak membawa uang Rp 500 ribu akan dipukuli oleh terlapor SM," jelas Shilton.

Setelah mengamankan ketiga anak ke markas komando, polisi menjemput MM dan SM untuk proses hukum. Polisi juga memprioritaskan pemulihan kondisi mental korban.

"Anaknya itu yang MH dan RA. Kalau PW itu cucu mereka," tutur Shilton.

>>> Alvin Lie: Pembebasan PPN Tiket Pesawat Domestik Dorong Ekonomi

Penanganan psikologis kini diberikan kepada ketiga anak untuk mengatasi trauma.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru