Sistem sewa dan tukar baterai menjadi opsi populer pada sepeda motor listrik untuk menekan harga beli awal.
Namun, beberapa pengguna kini mulai mempertimbangkan beralih ke baterai milik pribadi demi fleksibilitas dan efisiensi biaya jangka panjang.
>>> Sabar/Reza Lolos ke Final Australian Open 2026 Usai Drama Tiga Gim
Meski perpindahan ini dapat dilakukan, proses mengubah sistem sewa menjadi baterai mandiri tidak sederhana. Penyesuaian mendalam pada sektor kelistrikan kendaraan sangat diperlukan agar motor berfungsi normal.
Mekanik dari Dolland Motor Electric di Bekasi, Jawa Barat, Abdulah, menjelaskan bahwa konversi ini membutuhkan banyak perubahan pada sistem elektronik motor.
"Untuk penyesuaiannya kalau ingin menjadi baterai pribadi ada banyak, karena biasanya yang menggunakan sistem tukar baterai atau sewa itu menggunakan jalur data dari controller, BMS, ke speedometer," kata Abdul.
Kendaraan yang sejak awal dirancang dengan sistem sewa atau tukar baterai umumnya memiliki komunikasi data terintegrasi antar komponen.
Oleh karena itu, baterai umum atau aftermarket tidak bisa langsung kompatibel dengan sistem bawaan motor.
"Sehingga kalau menggunakan baterai umum atau general itu biasanya tidak terbaca dan motornya tidak mau jalan," ujar Abdul.
Kendala lain yang sering muncul adalah penurunan performa drastis. Pada beberapa kasus, motor listrik masih dapat menyala dan berjalan, tetapi kecepatannya menjadi sangat terbatas.
"Kalaupun motornya bisa jalan, dia akan lambat seperti dibatasi," kata Abdul.
Komponen yang Perlu Diganti
Untuk mengatasi ketidakcocokan sistem, pemilik kendaraan harus mengganti beberapa komponen pendukung utama. Penggantian ini bertujuan agar komunikasi arus listrik dan data antar perangkat kembali sinkron.
>>> Rahasia Hidup Adalah Kepedulian: Pesan dari Tony Robbins untuk Prabowo
"Biasanya penyesuaiannya, kita ganti baterai umum dengan BMS umum, kemudian controller kita pakai yang umum juga atau yang general," katanya.
Langkah penyesuaian tidak berhenti pada baterai dan pengatur daya. Panel indikator motor juga berpotensi harus diganti jika tidak mampu menampilkan data dari baterai baru.
"Kemudian kalau speedometer tidak terbaca, maka kita ganti juga," ujar Abdul.
Konversi ini mengharuskan pemilik motor listrik menyiapkan anggaran lebih, bukan hanya untuk membeli baterai baru, tetapi juga untuk komponen penunjang lainnya.
Modifikasi ini tetap aman dilakukan asalkan direncanakan matang dengan suku cadang yang tepat.
Dalam ekosistem motor listrik, Battery Management System (BMS) adalah modul elektronik yang memantau dan mengatur kinerja baterai.
BMS mengelola pengisian daya, menjaga suhu, menyeimbangkan sel, dan melindungi baterai dari korsleting. Sementara itu, kontroler berperan sebagai otak yang mengatur distribusi daya dari baterai ke motor penggerak.
Pada motor listrik dengan skema sewa, BMS dan kontroler terhubung erat dengan speedometer melalui jalur data khusus.
>>> Apakah Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia Benar-benar Menguntungkan?
Penggantian satu komponen secara sembarangan tanpa penyelarasan total akan membuat sistem gagal mendeteksi baterai atau membatasi kecepatan motor.