⌂ Beranda News Rahasia Hidup Adalah Kepedulian: Pesan dari Tony Robbins untuk Prabowo

Rahasia Hidup Adalah Kepedulian: Pesan dari Tony Robbins untuk Prabowo

Rahasia Hidup Adalah Kepedulian: Pesan dari Tony Robbins untuk Prabowo
Tony Robbins dan Presiden Prabowo Subianto bertemu di Washington DC
A A Ukuran Teks16px

Ada kalimat yang terdengar sederhana, tetapi ketika keluar dari orang yang telah mendedikasikan hidupnya membantu puluhan juta manusia, kalimat itu terasa berbeda.

"The secret to living is caring. Rahasia hidup adalah kepedulian."

>>> Apakah Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia Benar-benar Menguntungkan?

Kalimat itu terus terngiang di kepala Dirgayuza Setiawan, Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi, sejak malam yang sangat dingin di Washington DC, Februari lalu.

Di luar, suhu jatuh ke nol derajat Celsius. Angin musim dingin menusuk hingga ke tulang.

Setelah mendapat pesan dari Agung, sekretaris pribadi Presiden, ia berjalan cepat sambil membenamkan tangan ke dalam saku mantel menuju sebuah kafe kecil 15 menit dari hotel.

Di dalam kafe itu, ia merasakan hangat—bukan karena pemanas ruangan, melainkan karena percakapan antara dua orang yang sama-sama percaya bahwa hidup manusia menjadi berarti ketika digunakan untuk melayani sesama.

Malam itu, bersama beberapa orang lain, Dirgayuza menjadi saksi pertemuan pertama Presiden Prabowo Subianto dengan Tony Robbins.

Tony terbang khusus dari Florida ke Washington DC hanya untuk satu pertemuan: ia ingin mendengar langsung dari Presiden tentang program Makan Bergizi Gratis Indonesia.

Sebelumnya ia telah mendengar cerita tentang program tersebut. Semakin banyak yang ia dengar, semakin besar rasa ingin tahunya.

Bagi Tony, isu kelaparan bukan sekadar isu kebijakan. Kelaparan dan memberantas kelaparan adalah bagian utama dari hidupnya.

Bertahun-tahun lalu, ketika masih kecil, keluarganya hidup dalam kesulitan. Pada suatu Hari Thanksgiving, keluarganya bahkan tidak memiliki cukup untuk makan malam.

Lalu di tengah malam, ada seorang asing mengetuk pintu rumah mereka. Orang itu datang membawa makanan.

Bagi Tony kecil, peristiwa itu mengubah hidupnya. Ia menyadari bahwa kebaikan seseorang dapat menyelamatkan martabat dan harapan keluarga lain.

Sejak saat itu, ia berjanji bahwa suatu hari nanti, jika diberi kemampuan, ia akan melakukan hal yang sama.

Janji itu kemudian berkembang menjadi gerakan yang luar biasa. Dari jutaan makanan menjadi miliaran makanan.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru