⌂ Beranda News Microsoft Turunkan Tarif Xbox Game Pass Usai Kehilangan Jutaan Pelanggan

Microsoft Turunkan Tarif Xbox Game Pass Usai Kehilangan Jutaan Pelanggan

Microsoft Turunkan Tarif Xbox Game Pass Usai Kehilangan Jutaan Pelanggan
Logo Xbox Game Pass dengan latar belakang biru
A A Ukuran Teks16px

Microsoft mengambil langkah pemulihan dengan menurunkan tarif langganan Xbox Game Pass pada Sabtu, 13 Juni 2026.

Keputusan ini diambil setelah kebijakan kenaikan harga yang berlaku sejak Oktober 2025 memicu hilangnya jutaan pelanggan.

>>> Iran Jadwalkan Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei pada Juli 2026

Chief Strategy Officer Xbox, Matthew Ball, mengungkapkan bahwa perusahaan mengalami dampak signifikan.

Kenaikan harga Xbox Game Pass Ultimate sebesar 50% dan PC Game Pass hampir 40% membuat banyak pengguna hengkang.

Lonjakan pembatalan akun sempat menyebabkan gangguan akses pada situs resmi Microsoft.

Kritik keras datang dari Seamus Blackley, tokoh di balik penciptaan konsol Xbox original, yang menyebut langkah tersebut seperti "mengantar Xbox menuju kematian".

>>> Marquinhos Yakin Ancelotti Bawa Brasil Juara Piala Dunia 2026

CEO baru Xbox, Asha Sharma, yang latar belakangnya minim di industri game sempat diragukan. Namun, ia merespons krisis dengan melakukan evaluasi harga langganan pada April lalu.

Langkah Pemulihan dan Perubahan Kebijakan

Ball secara terbuka mengungkapkan bahwa Xbox kehilangan "jutaan" pelanggan dalam beberapa bulan setelah harga baru diumumkan. Pemangkasan harga menjadi strategi utama untuk mengembalikan kepercayaan.

Selain menurunkan harga, Microsoft mengubah kebijakan perilisan gim Call of Duty. Gim tersebut tidak lagi tersedia pada hari pertama peluncuran untuk pelanggan Game Pass.

Manajemen baru di bawah Sharma juga menghentikan proyek kecerdasan buatan 'Gaming Copilot'. Fokus perusahaan kembali pada pengembangan gim eksklusif untuk konsol Xbox.

>>> Heri Herawan Resmi Buka LKBB-PB Provinsi Jawa Tengah 2026

Langkah strategis ini dilaporkan berhasil memulihkan pertumbuhan jumlah pelanggan sejak Mei. Tingkat retensi pengguna juga mulai membaik setelah kebijakan baru diterapkan.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru