PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat jumlah penumpang di koridor Jakarta-Bandung mencapai 44,05 juta orang selama Januari hingga Mei 2026.
Angka ini meningkat 8,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 40,71 juta penumpang.
>>> MPR RI: Situs Batujaya Bukti Nyata Toleransi Luhur Bangsa
Pertumbuhan volume penumpang didorong oleh operasional berbagai moda transportasi berbasis rel. Mulai dari kereta api jarak jauh, lokal, Commuter Line Cikarang, hingga kereta cepat Whoosh.
Perjalanan harian Commuter Line Cikarang masih mendominasi dengan mobilisasi mencapai 36,29 juta orang. Jumlah itu tumbuh sebesar 8,28 persen.
Mobilitas Jakarta-Bandung yang terus berkembang membuat publik memiliki alternatif perjalanan yang lebih variatif. KAI menghadirkan berbagai pilihan layanan agar pelanggan dapat menyesuaikan perjalanan dengan kebutuhan.
"Mobilitas Jakarta-Bandung terus berkembang.
Karena itu, KAI menghadirkan berbagai pilihan layanan agar pelanggan dapat menyesuaikan perjalanan dengan kebutuhan," ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI pada Sabtu (13/6/2026).
Kinerja Kereta Api Antarkota dan Lokal
Di sektor kereta api antarkota relasi langsung Jakarta-Bandung, KA Parahyangan (Gambir-Bandung) mencatatkan lonjakan tertinggi sebesar 38,57 persen.
Layanan ini melayani 475.072 penumpang.
Kenaikan okupansi juga terjadi pada KA Papandayan sebesar 18,91 persen menjadi 180.640 orang.
KA Cikuray naik 7,13 persen menjadi 266.993 orang, serta KA Serayu naik 3,14 persen menjadi 568.759 penumpang.
>>> Timnas Indonesia U-19 Perebutkan Juara Tiga Piala AFF Hadapi Kamboja
Sebaliknya, penurunan performa dialami oleh KA Pangandaran relasi Gambir-Banjar yang merosot 10,52 persen menjadi 146.160 penumpang.
Untuk konektivitas lokal di Jawa Barat, KA Jatiluhur melonjak 28,2 persen menjadi 575.808 orang.
KA Walahar melayani 1,81 juta penumpang, serta KA Cibatuan dan Garut Cibatuan mengangkut 1,32 juta orang.
Layanan kereta cepat Whoosh turut berkontribusi dengan mengangkut 2,42 juta penumpang sepanjang lima bulan pertama tahun ini.
Angka itu menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,43 persen.
Setiap armada kereta didesain khusus untuk menyasar pasar yang berbeda sesuai preferensi kecepatan mobilitas masyarakat.
"Every service has different characteristics and market segments, so the public can choose the mode of transportation based on travel time, fares, and travel destinations," kata Anne Purba.
Perusahaan kini mengoperasikan rangkaian baru Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Khusus Petani-Pedagang untuk mengoptimalkan operasional KA Cikuray.
>>> Rajiv Minta Pengurus NasDem Bandung Barat Tinggalkan Konflik Internal
Calon penumpang diimbau melakukan pemesanan tiket lebih awal melalui aplikasi Access by KAI atau mitra resmi penjualan lainnya.