⌂ Beranda News Pemkot Bogor Bangun Flyover di Jalan MA Salmun, Bukan Tutup Total

Pemkot Bogor Bangun Flyover di Jalan MA Salmun, Bukan Tutup Total

Pemkot Bogor Bangun Flyover di Jalan MA Salmun, Bukan Tutup Total
Ilustrasi pembangunan flyover di Bogor
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah Kota Bogor memutuskan membangun jembatan layang atau flyover di kawasan Jalan MA Salmun. Langkah ini diambil untuk mengamankan jalur kereta api tanpa memutus akses mobilitas masyarakat.

Keputusan tersebut diumumkan pada Minggu (14/6/2026). Proyek ini menjadi jalan tengah menggantikan rencana penutupan total perlintasan sebidang yang sempat memicu kekhawatiran warga.

>>> Swiss Ungguli Qatar 1-0 di Babak Pertama Piala Dunia 2026

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin memberikan klarifikasi terkait isu penutupan akses jalan di lokasi tersebut. Ia baru saja mendampingi perwakilan Komisi V DPR RI meninjau area perlintasan.

"Perlintasan MA Salmun tidak ditutup total. Akan dibangun flyover.

Mereka melihat langsung kondisi lapangan dan akses warga yang sangat vital," kata Jenal Mutaqin, dikutip dari Antara.

Jenal menjelaskan bahwa flyover dirancang khusus untuk mengakomodasi pergerakan penduduk sekaligus menekan risiko kecelakaan lalu lintas dengan kereta api.

"Jadi tidak ditutup total, tetapi dibangunkan flyover untuk pejalan kaki dan kendaraan roda dua," ujarnya.

>>> Kemendagri Percepat Penetapan Batas Desa di Tiga Kabupaten Sultra

Prioritas Penanganan di Titik Rawan Lain

Selain proyek di Jalan MA Salmun, Pemkot Bogor juga mempercepat program serupa di titik rawan lain.

Salah satunya adalah kawasan Kebon Pedes yang berkas perencanaannya sudah masuk ke tingkat kementerian.

Jenal mengatakan proyek Kebon Pedes membutuhkan anggaran sekitar Rp350 miliar. Dana tersebut mencakup pembebasan lahan dan pembangunan konstruksi.

Pembiayaan proyek ini memerlukan dukungan dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Pemkot Bogor.

>>> TVRI Siarkan Piala Dunia 2026 Gratis Lewat Siaran Digital

"Saya juga menyampaikan bahwa Kebon Pedes menjadi prioritas kami dan membutuhkan intervensi bantuan dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat," katanya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru