⌂ Beranda News IRGC Iran Bantah Klaim Trump Soal Penandatanganan Perjanjian Damai

IRGC Iran Bantah Klaim Trump Soal Penandatanganan Perjanjian Damai

IRGC Iran Bantah Klaim Trump Soal Penandatanganan Perjanjian Damai
Bendera Israel dan Iran dengan latar belakang peta Timur Tengah
A A Ukuran Teks16px

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran membantah keras pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengklaim bahwa Iran akan menandatangani perjanjian damai pada Minggu (14/6/2026).

Pihak militer Iran mengkritik ambisi Trump yang dinilai terlalu memaksakan agar nota kesepahaman tersebut disepakati pada hari itu.

>>> Arsenal Incar Ander Barrenetxea untuk Perkuat Sayap Serangan

Penolakan resmi ini muncul setelah adanya pengumuman sepihak dari Gedung Putih mengenai jadwal rekonsiliasi kedua negara.

IRGC Nilai Pengumuman Sepihak Trump Tidak Berdasar

Melalui laporan CNN, IRGC menganggap penetapan waktu sepihak oleh Amerika Serikat sebagai bentuk tekanan politis yang tidak berdasar.

Narasi penolakan dibangun karena draf kesepakatan sebenarnya belum mencapai titik temu oleh kedua belah pihak.

IRGC menyebut jadwal penandatanganan tersebut sebagai "ujian bagi tim negosiasi Iran".

Pihak berwenang di Teheran menekankan bahwa pengumuman sepihak dari Washington bertentangan dengan situasi riil di meja perundingan.

Agenda diplomatik ini dianggap terlalu dipaksakan tanpa persetujuan para delegasi.

"Meskipun para negosiator Iran secara eksplisit menyatakan bahwa memorandum tersebut belum diselesaikan dan penandatanganan pada hari Minggu pasti tidak akan terjadi," sebut IRGC mengenai pengumuman Trump.

>>> Liverpool Percepat Kontrak Baru Rio Ngumoha Usai Bayern Munchen Kembali Mendekat

Melalui saluran komunikasi resmi di Telegram, kelompok militer tersebut juga mengaitkan desakan waktu ini dengan agenda personal pemimpin Amerika Serikat.

Terdapat dugaan bahwa momentum ini akan dimanfaatkan demi kepentingan politik elektoral.

"Beberapa pengamat percaya bahwa kegigihannya mungkin didorong oleh keinginan untuk menggunakan kesempatan itu secara simbolis dan mengubahnya menjadi acara publisitas pribadi," bunyi pernyataan tersebut.

Di sisi lain, pihak Washington optimistis bahwa kesepakatan ini akan membawa dampak besar bagi stabilitas ekonomi global.

Pemulihan jalur distribusi energi menjadi komoditas utama yang dijanjikan dari perjanjian ini, sebagaimana dilaporkan AFP.

"Kesepakatan itu dijadwalkan akan ditandatangani besok, dan segera setelah ditandatangani, Selat Hormuz TERBUKA UNTUK SEMUA," kata Trump dalam unggahan di platform Truth Social miliknya pada Sabtu (13/6).

Langkah sepihak ini memicu perhatian internasional karena posisi strategis Selat Hormuz sebagai urat nadi distribusi minyak dunia.

>>> Ghana Protes Keras Kanada Cekal Thomas Partey di Piala Dunia 2026

Kendati demikian, Kementerian Luar Negeri Iran sejak awal telah mengindikasikan bahwa penandatanganan kesepakatan tidak akan terlaksana pada hari Minggu.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru