⌂ Beranda News Piala Dunia 2026: Panggung Ekonomi Baru bagi Negara Arab

Piala Dunia 2026: Panggung Ekonomi Baru bagi Negara Arab

Piala Dunia 2026: Panggung Ekonomi Baru bagi Negara Arab
Piala Dunia 2026 menjadi panggung besar perekonomian negara Arab
A A Ukuran Teks16px

Tren positif ini sangat relevan bagi Uni Emirat Arab (UEA) dan negara-negara Teluk lainnya.

Kawasan Gulf Cooperation Council (GCC) mencatat kunjungan 72,2 juta wisatawan asing pada 2024, naik 51,5% dari tahun 2019.

Tingkat hunian hotel di UEA juga mencapai rekor baru dengan 32,34 juta tamu pada 2025.

Meskipun tidak menjadi tuan rumah pertandingan, dampak ekonomi Piala Dunia diproyeksikan tetap mengalir kuat melalui pengeluaran lokal dari para penggemar.

Penggemar sepak bola diperkirakan akan membelanjakan uang untuk transportasi, akomodasi, acara nonton bareng, hingga restoran.

Sektor periklanan, sistem pembayaran digital, dan platform streaming juga akan merasakan peningkatan keterlibatan masyarakat.

Arab Saudi, Qatar, UEA, dan Maroko telah mengintegrasikan olahraga ke dalam strategi diversifikasi ekonomi jangka panjang mereka.

Langkah ini bertujuan meningkatkan visibilitas global dan memperkuat sektor konsumen guna mengurangi ketergantungan pada minyak bumi.

>>> Tiyo Ardianto Temukan Alat Pelacak Misterius di Kolong Mobil Pribadi

Piala Dunia 2026 menghadirkan rekor delapan tim MENA, yang diproyeksikan mendongkrak visibilitas global dan sektor pariwisata regional.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru