Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan rentan mengalami koreksi terbatas pada awal pekan, Senin (15/6/2026).
Kondisi pasar modal tersebut secara dominan dipengaruhi oleh eskalasi situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah dan dinamika pergerakan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.
>>> Harga Emas Antam 15 Juni 2026 Bertahan di Angka Rp 2.711.000
Sebelumnya, performa rupiah di pasar spot memperlihatkan penguatan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat perdagangan akhir pekan lalu berakhir.
Rupiah mencatat lonjakan sebesar 0,71 persen hingga menempati posisi Rp 17.860 per dolar AS pada Jumat (12/6/2026).
Apresiasi juga terjadi pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) yang merangkak naik 0,33 persen menuju angka Rp 17.921 per dolar AS.
Proyeksi Analis
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memproyeksikan pergerakan IHSG saat ini ditopang area support di level 5.988 dan resistance pada posisi 6.060.
Menurut Herditya, pelaku pasar masih terus memantau gejolak politik dunia karena berpotensi besar menggeser persepsi risiko di sektor finansial global, termasuk pasar saham Indonesia.
“Untuk Senin kami perkirakan IHSG rawan terkoreksi terbatas dengan support 5.988 dan resistance 6.060, di mana investor masih akan mencermati perkembangan geopolitik Timur Tengah serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS,” ujar Herditya.
Herditya juga menyodorkan beberapa opsi saham pilihan yang dinilai potensial untuk dicermati investor retail.
Emiten PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) diprediksi berfluktuasi dengan target nilai di rentang Rp 650 hingga Rp 670.
Saham PT Indika Energy Tbk (INDY) berpotensi bergerak pada kisaran harga Rp 2.560 sampai dengan Rp 2.810.
Untuk PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), investor dapat mengamati pergerakan yang diproyeksikan berkisar antara Rp 930 hingga Rp 990.
Pandangan lain datang dari Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta yang mengalkulasi titik support IHSG berada pada area 5.917 dan 5.803.