⌂ Beranda News Tanjung Verde Andalkan Persatuan Hadapi Spanyol di Piala Dunia

Tanjung Verde Andalkan Persatuan Hadapi Spanyol di Piala Dunia

Tanjung Verde Andalkan Persatuan Hadapi Spanyol di Piala Dunia
Pemain tim nasional Tanjung Verde merayakan lolos ke Piala Dunia
A A Ukuran Teks16px

Tim nasional sepak bola Tanjung Verde mengandalkan kekuatan persatuan tim menjelang laga perdana babak penyisihan grup Piala Dunia melawan tim unggulan Spanyol.

Kehadiran negara kepulauan kecil ini menjadi salah satu kisah kejutan dalam turnamen setelah mereka berhasil lolos di atas tim-tim besar seperti Kamerun dalam babak kualifikasi.

>>> Pemerintah Aceh Perpanjang Pendaftaran Seleksi Terbuka Enam JPT Pratama

"I believe we can surprise people once again," ujar Telmo Arcanjo, gelandang serang Tanjung Verde kepada Sky Sports.

Pencapaian ini melanjutkan tren positif tim yang sebelumnya sempat menembus babak perempat final Piala Afrika pada debut mereka tahun 2013 dan mengulanginya pada awal tahun 2024.

Persatuan sebagai Kunci

"The secret is unity," kata Arcanjo menjelaskan kondisi skuadnya yang dihuni pemain dari berbagai kelompok usia dan tempat kelahiran yang berbeda.

Meskipun para pemain tersebar di berbagai klub dunia, komitmen tinggi untuk menempatkan kepentingan negara di atas segalanya menjadi fondasi utama tim nasional mereka.

"But whenever we come together for the national team, we put the country above everything else," tutur Arcanjo.

Tanjung Verde baru bergabung dengan FIFA pada tahun 1986 dan baru mengikuti kualifikasi Piala Dunia pada awal abad ini, namun kini potensi mereka terbantu oleh kehadiran para pemain diaspora.

Komposisi skuad saat ini menunjukkan 12 pemain lahir di Tanjung Verde, enam di Belanda, tiga di Prancis, tiga di Portugal termasuk Arcanjo, satu di Irlandia, dan satu di Amerika Serikat.

"It is part of who I am," kata Arcanjo mengenai hubungan erat dengan warisan leluhurnya.

Pemain kelahiran Lisbon tersebut tumbuh besar di Eropa namun tetap menjaga kedekatan mendalam dengan budaya Tanjung Verde melalui jalur keluarganya.

"I was born and raised in Europe, but I have always been very close to Cape Verdean culture through my family.

Cape Verde means representing my roots, my history and the people who came before me. It is something I carry with great pride and responsibility," ucap Arcanjo.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru