Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Israel untuk segera menghentikan aksi militer di wilayah Lebanon.
Langkah ini diambil demi menjaga proses kesepakatan damai Timur Tengah yang dinilai sudah semakin dekat.
>>> Iran Kecam Serangan Israel ke Beirut, Negosiasi Damai dengan AS Terancam Batal
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul serangan udara terbaru yang diluncurkan oleh militer Israel ke ibu kota Lebanon, Beirut, pada Minggu, 14 Juni 2026.
Trump memberikan peringatan keras agar momentum diplomasi yang sedang berjalan dengan berbagai pihak, termasuk Iran, tidak menjadi sia-sia akibat eskalasi bersenjata.
Ia menekankan pentingnya menahan diri demi mewujudkan stabilitas jangka panjang di kawasan tersebut.
"Kita sangat dekat dengan kesepakatan yang akan membawa perdamaian ke kawasan ini (Timur Tengah), termasuk ke Lebanon, dan semua pihak harus menghentikan konflik," ujar Trump.
Ia menambahkan bahwa situasi saat ini berpotensi menjadi fondasi bagi terciptanya keharmonisan yang persisten di masa depan jika semua pihak mampu menjaga situasi tetap kondusif.
"Ini bisa menjadi awal dari perdamaian yang panjang dan indah -- Jangan sampai kita menyia-nyiakannya!" sambung Trump.
Trump memberikan catatan khusus mengenai operasi militer yang menyasar wilayah Beirut selatan. Menurutnya, sekutu dekat Amerika Serikat tersebut seharusnya tidak perlu melakukan tindakan ofensif pada waktu subuh tersebut.
>>> Bakri Bakar Gandeng KONI Pesisir Selatan Sosialisasikan Perda Bencana
"Serangan pagi ini di Beirut seharusnya tidak terjadi," kata Trump.
Meskipun mengakui hak Israel dalam mempertahankan diri dari segala bentuk ancaman, Trump menilai respons yang diberikan kali ini terlalu berlebihan terhadap provokasi yang dianggapnya minim dampak.
"Israel berhak membela diri terhadap ancaman, tetapi serangan yang mereka tanggapi sangat kecil dan tidak berarti, tidak ada yang terluka, cedera, atau tewas, dan seharusnya tidak mengganggu proses penting ini," jelas Trump.
Militer Israel dilaporkan menargetkan beberapa wilayah yang menjadi basis pertahanan kelompok Hizbullah melalui serangan rudal.
Langkah agresif ini diklaim sebagai aksi balasan atas proyektil yang sebelumnya ditembakkan ke wilayah Israel pada pagi hari.
Operasi udara tersebut dilaporkan merusak fasilitas sipil, termasuk sebuah gedung apartemen di kawasan padat penduduk Dahiyeh.
>>> Batas Wilayah Depok di Lenteng Agung Jadi Sorotan Pasca Perbaikan Jalan
Badan Pertahanan Sipil Lebanon mengonfirmasi penemuan tiga jenazah di daerah Ghoebeiry, sementara Kantor Berita Nasional melaporkan sedikitnya 15 orang mengalami luka-luka serta kerusakan masif pada pertokoan di sekitarnya.