⌂ Beranda News Purbaya Yudhi Sadewa Susun Strategi Dorong Ekonomi 2027 Capai 6,5%

Purbaya Yudhi Sadewa Susun Strategi Dorong Ekonomi 2027 Capai 6,5%

Purbaya Yudhi Sadewa Susun Strategi Dorong Ekonomi 2027 Capai 6,5%
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
A A Ukuran Teks16px

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tengah menyiapkan strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2027.

Target pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan berada di kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen ini menjadi landasan untuk mencapai target 8 persen pada 2029.

>>> Belanda Ditahan Imbang Jepang 2-2 di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Pemerintah akan fokus pada penguatan sektor-sektor krusial guna memastikan akselerasi pembangunan berjalan sesuai rencana.

Kombinasi kebijakan yang dirancang bertumpu pada perbaikan iklim investasi, penyelarasan kebijakan fiskal dengan moneter, serta penegakan disiplin anggaran.

"Fundamental ekonomi kita baik, fiskal juga dalam keadaan yang baik, amat baik malah kalau kita lihat dari acuan-acuan yang ada.

Jadi ke depan kita akan focus memastikan kebijakan fiskal berjalan dengan baik sehingga pertumbuhan kita semakin cepat," ujar Purbaya.

Upaya percepatan laju ekonomi ini diwujudkan melalui kolaborasi erat antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia. Kerja sama kedua lembaga difokuskan untuk memelihara stabilitas nilai tukar mata uang domestik.

Selain menjaga nilai tukar, pemerintah bersama bank sentral bersepakat memperkuat daya pikat instrumen keuangan di dalam negeri.

Skenario ini diproyeksikan mampu menarik aliran modal asing serta menjaga ketersediaan likuiditas pada pasar uang dan sektor perbankan.

Purbaya menilai ketahanan nilai tukar rupiah memegang peran vital dalam meredam ongkos produksi di sektor industri, yang dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat melalui terjaganya daya beli.

Kepastian Hukum dan Iklim Usaha

Di sisi lain, jaminan hukum serta kondusivitas iklim bisnis menjadi perhatian serius pemerintah. Penegakan aturan tetap dijalankan dengan tetap memberikan ruang bagi keberlangsungan dunia usaha.

Salah satu implementasinya terlihat pada penyelesaian perkara kepabeanan yang melibatkan Tiffany & Co. Jenama mewah tersebut telah merampungkan seluruh kewajiban finansialnya kepada kas negara sebesar Rp 97,49 miliar, termasuk denda administratif Rp 78,50 miliar.

>>> Pesawat Pengangkut Penerjun Payung Jatuh di Missouri, 12 Tewas

Gerai komersial Tiffany & Co kini diizinkan kembali melayani konsumen setelah manajemen menyatakan komitmen penuh untuk menyelesaikan seluruh kewajiban tersebut.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru