Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak dalam rentang terbatas atau sideways sepanjang pekan ketiga Juni 2026.
Kondisi ini dipicu oleh durasi perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang hanya berlangsung empat hari.
>>> Trump Klaim Kesepakatan Timur Tengah Segera Diteken, Iran Membantah
Bursa saham domestik libur pada Selasa (16/6/2026) untuk memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah.
Dengan demikian, perdagangan efektif hanya berlangsung pada Senin (15/6), Rabu (17/6), Kamis (18/6), dan Jumat (19/6).
Financial Expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih mengatakan berkurangnya hari kerja membuat ruang gerak pasar semakin sempit.
Pelaku pasar juga bersikap hati-hati menantikan pengumuman suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) dan keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pada 18 Juni 2026.
"Selain itu, perhatian investor menjelang akhir bulan tertuju pada hasil review indeks MSCI terhadap klasifikasi pasar saham Indonesia pada 23 Juni 2026," ujar Ratih kepada Kontan, Minggu (14/6).
Ratih memprediksi IHSG pekan ini akan tertahan di kisaran 5.800 hingga 6.200.
Ia menyarankan pelaku pasar melakukan aksi ambil untung jangka pendek pada saham volatil serta akumulasi bertahap pada saham perbankan berfundamental kuat.
>>> Penjualan Wholesales BYD di Indonesia Anjlok Tajam pada Mei 2026
Proyeksi dan Rekomendasi Analis
Sementara itu, Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah Elandry Pratama menyusun tiga skenario pergerakan IHSG.
Skenario konservatif di level 5.950-6.050, moderat 6.000-6.150, dan agresif berpeluang menembus 6.200 jika ditopang sentimen positif global dan domestik.
"Jika tren penguatan rupiah berlanjut, hal itu berpotensi memberikan dukungan tambahan bagi IHSG dalam jangka pendek," kata Elandry kepada Kontan, Jumat (12/6).
Elandry menilai penguatan rupiah dalam beberapa hari terakhir meredam kekhawatiran investor terhadap risiko keluarnya dana asing.
Ia merekomendasikan investor tetap fokus pada saham likuid berkapitalisasi besar seperti BBCA, BBNI, TLKM, ASII, AKRA, dan BRPT dengan manajemen risiko disiplin.
"Fokus investor sebaiknya pada saham berfundamental kuat dan likuiditas tinggi karena pasar masih berpotensi volatil menjelang agenda penting pekan depan," tambahnya.
>>> Ayyoub Bouaddi Tampil Memukau Saat Maroko Imbangi Brasil
Selama IHSG mampu bertahan di atas level psikologis 6.000, peluang rebound menuju rentang 6.150-6.200 dinilai masih terbuka.