⌂ Beranda News Trump Klaim Kesepakatan Timur Tengah Segera Diteken, Iran Membantah

Trump Klaim Kesepakatan Timur Tengah Segera Diteken, Iran Membantah

Trump Klaim Kesepakatan Timur Tengah Segera Diteken, Iran Membantah
Donald Trump dan bendera Iran
A A Ukuran Teks16px

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah akan ditandatangani pada Minggu (14/6/2026).

Pernyataan itu langsung dibantah oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

>>> Penjualan Wholesales BYD di Indonesia Anjlok Tajam pada Mei 2026

Trump menyebut penandatanganan perjanjian itu akan membuka kembali Selat Hormuz sebagai jalur pelayaran strategis energi global.

"Kesepakatan itu dijadwalkan akan ditandatangani besok, dan segera setelah ditandatangani, Selat Hormuz TERBUKA UNTUK SEMUA," kata Trump dalam unggahan di Truth Social pada Sabtu (13/6/2026).

Pernyataan tersebut memicu perhatian dunia karena pentingnya stabilitas pasokan energi dunia.

Namun, Kementerian Luar Negeri Iran sejak awal mengindikasikan bahwa kesepakatan tidak akan ditandatangani pada hari Minggu.

IRGC kemudian mengeluarkan kritik tajam atas kegigihan Trump dalam mendorong penandatanganan memorandum tersebut.

"Ujian bagi tim negosiasi Iran," kata IRGC seperti dilansir dari CNN pada Minggu (14/6/2026).

IRGC menilai pengumuman sepihak AS itu dikeluarkan di tengah situasi perundingan yang belum mencapai kesepakatan final.

"Meskipun para negosiator Iran secara eksplisit menyatakan bahwa memorandum tersebut belum diselesaikan dan penandatanganan pada hari Minggu pasti tidak akan terjadi," sebut IRGC dalam pernyataan lanjutan.

>>> Ayyoub Bouaddi Tampil Memukau Saat Maroko Imbangi Brasil

Melalui Telegram, IRGC juga menyindir motif di balik pemilihan tanggal penandatanganan yang bertepatan dengan hari ulang tahun Trump pada 14 Juni.

"Beberapa pengamat percaya bahwa kegigihannya mungkin didorong oleh keinginan untuk menggunakan kesempatan itu secara simbolis dan mengubahnya menjadi acara publisitas pribadi," bunyi pernyataan IRGC.

Di tengah silang pendapat, proses mediasi diplomatik terus berjalan dengan kehadiran pihak ketiga di Teheran.

Delegasi dari Qatar beserta seorang diplomat telah mendarat di ibu kota Iran untuk membantu menjembatani penyelesaian konflik.

Laporan dari kantor berita Iran, ISNA dan Tasnim, mengonfirmasi kehadiran penasihat menteri luar negeri Qatar tersebut.

Kunjungan diplomatik ini bertujuan meninjau perkembangan terbaru dari proses negosiasi perdamaian yang sedang berlangsung.

"Para negosiator Qatar terbang ke Teheran pagi ini," kata seorang diplomat anonim kepada AFP.

>>> Prabowo Subianto Terima Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman, 585 Polisi Dikerahkan

Utusan dari Doha tersebut dijadwalkan segera melangsungkan pertemuan dengan otoritas terkait di Teheran.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru