⌂ Beranda News Kemenaker: Ijazah Tak Lagi Cukup, Kompetensi Nyata Kunci Masuk Dunia Kerja

Kemenaker: Ijazah Tak Lagi Cukup, Kompetensi Nyata Kunci Masuk Dunia Kerja

Kemenaker: Ijazah Tak Lagi Cukup, Kompetensi Nyata Kunci Masuk Dunia Kerja
Lulusan perguruan tinggi mengikuti pelatihan kompetensi kerja
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menegaskan pentingnya kompetensi dan kesiapan kerja bagi lulusan perguruan tinggi di tengah transformasi ketenagakerjaan yang cepat.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menyampaikan hal tersebut saat memberikan kuliah umum dalam acara Wisuda Universitas Muhammadiyah Indonesia di Bekasi, Sabtu (13/6/2026).

>>> Jakarta International Marathon 2026 Dorong Sport Tourism dan Ekonomi Ibu Kota

Menurutnya, perusahaan saat ini tidak lagi hanya mencari pemilik ijazah, melainkan tenaga kerja yang adaptif terhadap kecerdasan buatan dan memiliki kemampuan praktis.

“Ijazah perguruan tinggi tidak lagi menjadi satu-satunya bekal untuk memasuki dunia kerja.

Dunia industri saat ini semakin mencari tenaga kerja yang adaptif, memiliki kemampuan praktis, dan siap menghadapi perubahan kebutuhan pekerjaan,” ujar Afriansyah.

Program MagangHub untuk Lulusan Baru

Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp4,14 triliun untuk program Pemagangan Nasional bernama MagangHub. Program ini khusus bagi lulusan baru untuk mempercepat transisi dari kampus ke dunia usaha.

“Saat ini kita berada di era transformasi ketenagakerjaan yang bergerak sangat cepat.

Dunia industri tidak lagi hanya mencari individu yang memegang selembar ijazah, melainkan mencari sarjana yang cakap dan memiliki kompetensi nyata,” kata Afriansyah.

Peserta MagangHub akan mendapatkan uang saku, jaminan sosial, pendampingan mentor, serta sertifikasi kompetensi nasional. Program ini bertujuan meminimalkan ketidaksesuaian kemampuan lulusan dengan kebutuhan riil industri.

>>> Kemensos Perluas Fungsi Sentra Jadi Pusat Pemberdayaan Kelompok Rentan

“Ijazah tidak lagi cukup karena industri tidak lagi bertanya apa ijazah kamu, melainkan apa kompetensimu.

Sertifikat kompetensi inilah yang menjadi bukti bahwa tenaga kerja kita memiliki standar kemampuan yang dibutuhkan industri,” tegas Afriansyah.

Tingkat pengangguran terbuka nasional per Februari 2026 tercatat 4,68 persen. Meski menunjukkan perbaikan, tantangan disrupsi teknologi dan otomatisasi masih membayangi pasar kerja.

Afriansyah menekankan pentingnya kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan industri untuk menyiapkan sumber daya manusia yang relevan.

Peningkatan keterampilan teknis dan nonteknis menjadi pesan utama kepada sekitar 370 wisudawan yang hadir.

“Investasi terbaik sebuah bangsa bukan pada sumber daya alamnya, melainkan pada kualitas sumber daya manusianya. Jadilah motor penggerak kemajuan ekonomi nasional,” pungkasnya.

>>> Pemkot Tangerang Ajak Warga Naik Bus Tayo dan Si Benteng Imbas Harga BBM

Perusahaan kini mengutamakan hasil tes kompetensi dan portofolio nyata dalam rekrutmen. Keterampilan nonteknis seperti berpikir kritis dan komunikasi menjadi faktor penentu relevansi pekerja.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru