Amerika Serikat dan Iran menyepakati perjanjian damai permanen untuk mengakhiri seluruh operasi militer secara segera di semua lini, termasuk Lebanon.
Kesepakatan ini diumumkan pada Minggu malam. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menjadi pihak pertama yang mempublikasikan keberhasilan diplomasi tersebut.
>>> Janice Tjen Dekati Peringkat 50 Besar Dunia Usai Tembus Babak Kedua Australia Open
Penandatanganan dokumen perjanjian dijadwalkan berlangsung di Swiss pada Jumat, 19 Juni 2026.
"Setelah perundingan yang berlangsung secara intensif, kami dengan senang hati mengumumkan bahwa kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah tercapai," tulis Sharif melalui platform X.
Gencatan senjata ini berlaku secara menyeluruh, termasuk wilayah konflik yang melibatkan faksi di Lebanon.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi rampungnya pembicaraan tingkat tinggi tersebut melalui media sosial Truth Social. Ia mengumumkan pembukaan kembali jalur pelayaran strategis global.
"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah lengkap. Selamat untuk semua!"
tulis Trump.
Trump memberikan otorisasi penuh pembersihan ranjau laut di Selat Hormuz. Jalur yang mengangkut 20 persen pasokan minyak dunia itu dibebaskan dari blokade angkatan laut AS.
"Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak kembali mengalir!"
tulis Trump.
Pembukaan lalu lintas kapal tanker secara efektif dimulai pada hari Jumat bersamaan dengan seremonial penandatanganan.
>>> GoPay Luncurkan Kartu Ucapan Ulang Tahun Interaktif untuk Pengalaman Personal
Pengumuman ini langsung memicu penurunan harga minyak mentah Brent dan WTI sekitar 4 persen di pasar spekulasi Tokyo.
Respons positif datang dari blok Eropa Barat dan penengah konflik.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mewakili Jerman, Prancis, dan Italia menyatakan kesiapan mencabut sanksi ekonomi bersyarat terkait program nuklir Tehran.
"Langkah yang sangat penting untuk mengakhiri perang," kata Starmer dalam pernyataan bersama.
Pemerintah Qatar yang bertindak sebagai mediator turut menyatakan harapan agar momentum ini terjaga. Doha meminta seluruh pihak melanjutkan negosiasi lanjutan secara konstruktif.
"Kami berharap seluruh pihak dapat berpartisipasi dalam perundingan selanjutnya dengan semangat yang positif dan konstruktif, sehingga kemajuan ini dapat dipertahankan dan menjadi landasan bagi langkah-langkah berikutnya," ujar Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani.
Otoritas Tehran melalui Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi membenarkan poin-poin kesepakatan awal tersebut. Konfirmasi disiarkan langsung melalui saluran televisi pemerintah.
"Pengakhiran perang secara permanen dan segera telah diumumkan di semua lini, termasuk di Lebanon," kata Gharibabadi.
Dinamika politik domestik Amerika Serikat memperlihatkan sikap skeptis dari internal Partai Republik. Anggota parlemen mendesak transparansi draf dokumen karena adanya perbedaan klaim dari kedua belah pihak.
>>> Semen Padang FC Siap Tampil Maksimal di Liga 2 Meski Jadi Tim Musafir
"Saya agak khawatir bahwa pandangan Iran terhadap kesepakatan ini tampak berbeda dari apa yang diklaim oleh tim negosiasi Amerika," tulis Graham dalam unggahan di X.