⌂ Beranda News PSI Tanggapi PDIP yang Klaim Sudah Lupakan Jokowi

PSI Tanggapi PDIP yang Klaim Sudah Lupakan Jokowi

PSI Tanggapi PDIP yang Klaim Sudah Lupakan Jokowi
Joko Widodo mengenakan jaket PSI
A A Ukuran Teks16px

Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus menanggapi pernyataan Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira yang mengklaim partainya sudah melupakan sosok Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Pernyataan itu muncul setelah PDIP menepis anggapan bahwa mereka sakit hati ditinggal Jokowi.

>>> Omoway Kirim Perdana Motor Listrik Omo X ke 100 Konsumen

Bestari menilai fakta bahwa nama Jokowi masih sering disebut menunjukkan PDIP belum sepenuhnya melupakan mantan presiden tersebut.

"Ya alhamdulillah, kalau orang sudah lupa itu udah nggak inget gitu loh, tapi kan masih terus ngomongin aja," kata Bestari, Senin (15/6/2026).

Menurut Bestari, PDIP belum move on dari kepergian Jokowi ke PSI. Ia pun menyatakan prihatin atas rasa yang dialami PDIP.

Bestari juga menyinggung posisi presiden dalam tata negara konstitusional. Menurutnya, presiden adalah abdi rakyat, bukan abdi partai.

"Kalau konstitusinya konstitusi PDIP memang tidak patut untuk diikuti oleh Presiden, apabila tidak berkesesuaian dengan yang menjadi tugas Pak Presiden sebagai abdi rakyat.

>>> Donald Trump Ubah Halaman Gedung Putih Jadi Arena UFC

Beliau bukan abdi partai apalagi sekedar petugas partai," ujar Bestari.

Ia menambahkan bahwa yang memenangkan Jokowi bukan hanya PDIP, melainkan rakyat Indonesia. PSI bersyukur Jokowi bergabung dan menilai langkah itu positif bagi masyarakat.

Sementara itu, Andreas Hugo Pareira sebelumnya mengatakan PDIP sudah lupa dengan Jokowi. Namun, isu ijazah palsu yang mencuat kembali membuat nama Jokowi ramai diperbincangkan.

"Di PDI Perjuangan kami sudah lupa. Gara-gara ijazah palsu jadi muncul lagi orang ini.

>>> DPRD DKI Dorong Percepatan Pembangunan TPS Modern di Cilandak

Algoritma ijazah mengingatkan nama ini," kata Andreas.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru