⌂ Beranda News Donald Trump Ubah Halaman Gedung Putih Jadi Arena UFC

Donald Trump Ubah Halaman Gedung Putih Jadi Arena UFC

Donald Trump Ubah Halaman Gedung Putih Jadi Arena UFC
Donald Trump di arena UFC halaman Gedung Putih
A A Ukuran Teks16px

Presiden Amerika Serikat Donald Trump merayakan ulang tahunnya yang ke-80 dengan cara yang tidak biasa.

Halaman Gedung Putih disulap menjadi arena pertarungan Ultimate Fighting Championship (UFC) yang penuh darah.

>>> DPRD DKI Dorong Percepatan Pembangunan TPS Modern di Cilandak

Trump duduk bersama ribuan penggemar yang bersorak menyaksikan turnamen bela diri campuran di dalam kandang tersebut. Gelaran di halaman istana kepresidenan itu melibatkan 14 kontestan UFC.

Para petarung keluar dari Ruang Oval, tempat Trump menyegel kesepakatan damai dengan Iran beberapa jam sebelumnya.

Perayaan ini juga dimeriahkan oleh atraksi terbang lintas dari 12 jet tempur militer AS di atas Gedung Putih.

Acara kemudian ditutup dengan pertunjukan kembang api dalam skala besar.

Pada laga utama, petarung asal AS Justin Gaethje berhasil mengalahkan atlet Spanyol-Georgia Ilia Topuria untuk merebut sabuk juara kelas ringan.

Gaethje menang setelah wajah Topuria babak belur hingga tidak dapat melanjutkan laga.

Sesaat setelah laga usai, Trump bersama Ibu Negara Melania memasuki Octagon yang masih berlumuran darah untuk memberikan ucapan selamat kepada Gaethje.

>>> Alexander Isak Cetak Gol dan Bantu Swedia Libas Tunisia 5-1

Sang juara kemudian membalas dengan mengucapkan selamat ulang tahun kepada Presiden.

"Melebihi apa pun yang bisa Anda bayangkan," kata Trump kepada wartawan saat ditanya bagaimana jalannya acara malam itu.

Setelah agenda tersebut rampung, Trump dilaporkan langsung bertolak menuju Prancis guna menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi G7.

Kritik Terhadap Acara

Langkah Trump menggelar pertarungan UFC ini menuai kritik tajam dari berbagai pihak. Para pengkritik menilai acara tersebut sebagai tindakan murah yang merusak kehormatan dan norma Gedung Putih.

Kendati demikian, sejumlah petarung UFC memberikan penghormatan kepada Trump layaknya gladiator Romawi. Dua di antaranya memuji keberanian sang Presiden karena dinilai memiliki nyali besar untuk menyelenggarakan acara itu.

Gelaran ini juga dikritik karena dianggap terlalu komersial karena memuat logo berbagai produk komersial, termasuk merek bir dan perusahaan taruhan tempat putra sulung Trump memiliki saham.

>>> Bea Cukai Integrasikan Rekrutmen Lulusan SMA ke Sistem CPNS Nasional

Kritik lain menyoroti momentum acara yang dianggap tidak empati. Pertunjukan mewah tersebut digelar saat masyarakat kelas bawah AS masih kesulitan menghadapi dampak ekonomi akibat perang Iran.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru