⌂ Beranda News Iran Tegaskan Tak Percaya AS Meski Sepakati Damai

Iran Tegaskan Tak Percaya AS Meski Sepakati Damai

Iran Tegaskan Tak Percaya AS Meski Sepakati Damai
Bendera Iran dan Amerika Serikat
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa ketidakpercayaan mendalam terhadap Amerika Serikat tetap ada, meskipun kedua negara telah menyepakati kerangka kerja untuk mengakhiri perang pada Senin (15/6/2026).

Hubungan bilateral kedua negara mendingin setelah konflik bersenjata meletus akhir Februari lalu akibat serangan Amerika Serikat-Israel yang langsung dibalas oleh Iran.

>>> Tanjung Verde Tahan Imbang Spanyol di Laga Perdana Piala Dunia

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menjelaskan bahwa sikap Teheran tersebut dipicu oleh rekam jejak kebijakan Washington pada masa lalu.

"Sayangnya, harus diakui bahwa ketidakpercayaan mendalam Iran terhadap Amerika Serikat berasal dari sejarah panjang kesalahan yang dilakukan oleh para pemimpin Amerika," kata Baqaei.

Baqaei menegaskan bahwa kesepakatan baru ini belum menghapus ketegangan secara menyeluruh, melainkan baru sebuah awal.

"Amerika Serikat masih memiliki jalan panjang sebelum dapat memperoleh kepercayaan rakyat Iran. Kerangka kerja tersebut hanyalah langkah menuju pengurangan ketegangan," lanjutnya.

Komitmen Finansial dan Selat Hormuz

Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan telah menyetujui komitmen finansial terkait aset urusan luar negeri Iran serta ganti rugi dampak pertempuran.

"Pelepasan aset Iran yang dibekukan serta ganti rugi atas kerusakan adalah dua poin penting. Pihak Amerika telah berkomitmen untuk mengambil tindakan di kedua bidang tersebut," kata Baqaei.

Mengenai jalur maritim strategis, Iran memegang kendali atas Selat Hormuz dengan menerapkan sistem biaya layanan khusus bagi kapal lintas negara.

"Kami selalu mempertahankan bahwa kami tidak berupaya untuk memungut tol transit, tetapi biaya untuk layanan navigasi, perlindungan lingkungan, asuransi kapal, dan layanan penting lainnya akan dikenakan," jelas Baqaei.

Teheran juga menuntut pertanggungjawaban Amerika Serikat atas tindakan militer Israel di wilayah Lebanon.

"Amerika Serikat harus menghormati komitmennya. Mereka harus memastikan bahwa rezim Zionis juga menghormati komitmennya sendiri terkait Lebanon," kata Baqaei.

Baqaei kemudian menggarisbawahi posisi diplomatik Iran terhadap sekutu tersebut: "tidak mempercayai Israel maupun Amerika Serikat."

>>> Polsek Ciputat Timur Kawal Pawai Obor Ratusan Warga Sambut Tahun Baru Islam

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru