⌂ Beranda News Bursa Saham AS Menguat Didorong Reli SpaceX dan Damai AS-Iran

Bursa Saham AS Menguat Didorong Reli SpaceX dan Damai AS-Iran

Bursa Saham AS Menguat Didorong Reli SpaceX dan Damai AS-Iran
Gedung bursa saham Wall Street di New York
A A Ukuran Teks16px

Pasar saham Amerika Serikat ditutup melonjak tajam pada perdagangan Senin (15/6/2026) waktu setempat.

Penguatan ini dipicu oleh reli berkelanjutan dari saham SpaceX dan sentimen positif pasca-pengumuman kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran oleh Presiden Donald Trump.

>>> Mia Khalifa dan Lana Rhoades Bantah Foto Viral Rekayasa AI di Piala Dunia

Indeks Dow Jones Industrial Average melesat 468,77 poin atau 0,92 persen ke rekor tertinggi baru di level 51.671,03.

Indeks S&P 500 mengalami penguatan sebesar 1,65 persen menuju posisi 7.554,29.

Sementara itu, indeks Nasdaq Composite melonjak pesat hingga 3,07 persen ke level 26.683,94, yang sekaligus menjadi performa harian terbaiknya sejak akhir Maret lalu.

SpaceX Pimpin Penguatan Sektor Swasta

Sektor swasta kedirgantaraan menjadi motor penggerak utama setelah saham SpaceX melesat hampir 20 persen pada perdagangan tersebut.

Catatan ini melanjutkan performa positif setelah sebelumnya naik 19 persen pada debut perdana pasar publik hari Jumat (12/6/2026).

Chief Market Strategist Zacks Investment Management, Brian Mulberry, menilai pergerakan saham SpaceX mencerminkan minat investasi jangka panjang yang terstruktur dari para pemodal.

>>> Felix Nmecha Rayakan Gol Piala Dunia dengan Selebrasi Religius

Selain faktor korporasi, stabilitas geopolitik global turut memberikan dampak besar bagi pergerakan sentimen investor.

Pengumuman damai yang disampaikan Trump pada Minggu malam via media sosial langsung direspons positif oleh pasar keuangan.

Meskipun kesepakatan tertulis dilaporkan telah ditandatangani secara elektronik, nota kesepahaman formal baru akan ditandatangani hari Jumat mendatang di Swiss menurut Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif.

Redanya ketegangan geopolitik ini, yang sempat memuncak akibat aksi saling serang antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon, memicu penurunan harga minyak mentah AS sebesar 4,9 persen ke level 80,75 dollar AS per barrel setelah pembukaan kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz oleh Trump.

Wakil Presiden AS JD Vance memperkirakan Selat Hormuz akan tetap beroperasi tanpa pungutan biaya dalam jangka panjang.

Penurunan harga komoditas energi ini diproyeksikan mampu meredam laju inflasi menjelang pertemuan bank sentral pekan ini.

>>> IHSG Terkoreksi 41,72%, Data Historis Ungkap Potensi Pemulihan Pasar

Mulberry menambahkan bahwa turunnya harga minyak ke level 80 dollar AS merupakan sinyal kuat menjelang rapat FOMC, menunjukkan tidak ada kebutuhan untuk menaikkan suku bunga dan tekanan harga kemungkinan akan mereda relatif cepat.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru