⌂ Beranda News Sudaryono Klarifikasi Kericuhan Diskusi Mahasiswa di UGM Yogyakarta

Sudaryono Klarifikasi Kericuhan Diskusi Mahasiswa di UGM Yogyakarta

Sudaryono Klarifikasi Kericuhan Diskusi Mahasiswa di UGM Yogyakarta
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memberikan klarifikasi kericuhan diskusi mahasiswa di UGM Yogyakarta
A A Ukuran Teks16px

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memberikan klarifikasi mengenai insiden kericuhan dalam agenda diskusi di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, pada Selasa, 16 Juni 2026.

Penjelasan tersebut disampaikan menyusul beredarnya video viral terkait gangguan dari sekelompok mahasiswa saat diskusi berlangsung.

>>> Saling Balas Pernyataan PSI dan PDIP Soal Status Politik Jokowi

Kehadiran Sudaryono di kampus tersebut didampingi oleh Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Budiman Sudjatmiko.

Ketegangan mulai terjadi ketika sejumlah mahasiswa merangsek masuk menggunakan pengeras suara dan sirine saat Budiman Sudjatmiko sedang berbicara.

Pihak narasumber sebenarnya telah membuka ruang dialog terbuka sejak awal acara, namun situasi berubah menjadi tidak kondusif setelah berjalan beberapa saat karena adanya desakan dari sekelompok orang untuk menghentikan forum secara paksa.

"Kami datang ke UGM memang untuk berdiskusi. Acara ini sudah direncanakan sejak lama dan telah mendapat izin dari pihak kampus.

Ini juga bukan kegiatan pertama semacam ini," ujar Sudaryono.

Pihak panitia dan narasumber menegaskan tidak membatasi materi yang ingin ditanyakan oleh para peserta.

Forum tersebut dirancang untuk menerima segala bentuk evaluasi maupun kritik terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah saat ini.

"Ditanya apa saja tidak masalah. Diadili seperti apa saja juga tidak masalah.

Kami hadir untuk berdialog secara demokratis," imbuh Sudaryono.

Meskipun situasi sempat memanas, Sudaryono dan rombongan sempat mengikuti jalannya forum bersama ratusan mahasiswa lainnya yang masih ingin menyimak materi demi menjaga ruang komunikasi tetap terbuka.

"Kami sempat berdiskusi sekitar 30 sampai 40 menit. Tetapi kemudian ada sekelompok orang yang menginginkan forum dihentikan.

Padahal sebagian besar mahasiswa justru ingin mendengar dan berdialog," ungkap Sudaryono.

Kondisi di dalam ruangan semakin tidak terkendali setelah muncul tindakan provokasi fisik dari oknum peserta, yang memaksa petugas pengamanan mengevakuasi para menteri dari lokasi diskusi demi alasan keselamatan.

"Saya merasa ada yang memukul saya. Ada pelemparan air juga.

Karena situasi sudah tidak kondusif, pihak keamanan menyarankan kami keluar," ujar Sudaryono.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru