Komite Olimpiade Indonesia (KOI) secara resmi menunjuk Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, untuk menjabat sebagai Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia pada ajang Asian Games Nagoya 2026.
Penunjukan ini menempatkan Todotua Pasaribu memimpin kontingen Indonesia selama multievent terbesar se-Asia tersebut, yang dijadwalkan berlangsung dari 19 September hingga 4 Oktober 2026.
>>> Survei Pew Research: Hoaks, Ekonomi, dan Terorisme Jadi Ketakutan Terbesar Dunia
Dukungan Penuh untuk Atlet
Todotua Pasaribu menyatakan fokus utamanya adalah memastikan seluruh atlet Indonesia mendapatkan dukungan maksimal, baik dalam tahap persiapan maupun saat bertanding.
Menurutnya, dengan dukungan yang tepat, atlet Indonesia diharapkan dapat tampil optimal dan meraih hasil terbaik bagi bangsa.
Sebagai CdM, Todotua akan memimpin koordinasi menyeluruh untuk menyelaraskan persiapan berbagai cabang olahraga, memperkuat layanan bagi atlet, serta memastikan kesiapan operasional seluruh kontingen selama turnamen berlangsung.
Langkah persiapan yang dimulai lebih awal ini diharapkan dapat meningkatkan performa dan perolehan medali Tim Indonesia, melampaui pencapaian pada Asian Games 2023 yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-13.
>>> BEM Bersatu Tolak Gerakan Mahasiswa Ditunggangi Kepentingan Politik
Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari, menjelaskan bahwa peran CdM tidak hanya terbatas pada saat pertandingan, tetapi juga memastikan seluruh proses persiapan berjalan optimal.
Ia menambahkan bahwa KOI membutuhkan sosok yang mampu mengorkestrasi kolaborasi lintas sektor, dan Todotua Pasaribu dinilai memiliki kapasitas tersebut.
Sejumlah cabang olahraga dilaporkan masih menjalankan fase kualifikasi dan uji coba melalui kejuaraan internasional sebagai strategi peningkatan performa.
>>> Pasokan Listrik Normal Pascagempa Sulteng, SAR Palu Pastikan Tak Ada Pemadaman
KOI terus memperkuat komunikasi dengan federasi nasional, pemerintah, mitra strategis, Olympic Council of Asia (OCA), dan panitia penyelenggara setempat untuk kelancaran logistik, akreditasi, hingga fasilitas perkampungan atlet di Jepang.