Aset kripto utama di pasar global mengalami penguatan nilai yang signifikan. Sentimen positif ini dipicu oleh tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Token Bitcoin (BTC) berhasil merangkak naik cukup tajam dari titik terendahnya. Dalam sepekan terakhir, komoditas digital ini sudah menguat sebesar 5,87%.
>>> Batasan Sehat: Kunci Psikolog dan Psikiater Jaga Kesehatan Mental
Harga Bitcoin kini bertengger di level US$ 66.596 atau setara dengan Rp 1,17 miliar.
Sebelumnya, nilai mata uang kripto nomor satu ini sempat merosot hingga menyentuh kisaran US$ 62.850.
Tren positif pada sektor kripto tersebut berjalan beriringan dengan lonjakan harga pada sektor logam mulia. Emas dunia dilaporkan melesat mendekati angka 3% dalam kurun waktu 24 jam terakhir.
Komoditas aman tersebut diperdagangkan di atas level US$ 4.330 per troy ons menyusul kabar perdamaian kedua negara.
Kesepakatan damai ini diumumkan langsung oleh Presiden AS Donald Trump pada Minggu (14/6).
>>> Lionel Messi Dipastikan Starter Lawan Aljazair di Piala Dunia 2026
Proses penandatanganan dokumen perjanjian tersebut dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni mendatang. Salah satu poin penting dalam kesepakatan mencakup pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Dampak pengumuman ini langsung menekan harga minyak mentah dunia yang merosot sebesar 5% ke kisaran US$ 80 per barel.
Nilai minyak saat ini sudah menyusut sekitar 33% dari rekor tertinggi awal Maret lalu.
Suku Bunga The Fed Jadi Perhatian Pasar
Kendati pasar saham global ikut bergairah menyambut kabar perdamaian, para pelaku pasar kripto dilaporkan masih bersikap waspada.
Fokus investor kini terbagi dengan agenda pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang digelar pada 17 Juni.
>>> Tiga Kebo Bule Ikut Kirab Malam 1 Suro Keraton Solo, Dua Lainnya Dilarang
Pelaku pasar saat ini memproyeksikan tingkat probabilitas hingga 97% bahwa bank sentral AS tersebut akan tetap mempertahankan suku bunga acuan mereka di koridor 3,50% sampai 3,75%.