Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui data gempa bumi yang mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Rabu (17/6/2026).
Kekuatan gempa yang semula tercatat magnitudo 5,1 kini dimutakhirkan menjadi magnitudo 4,9.
>>> Warner Bros Akuisisi Hak Adaptasi Film Serial Novel Shatter Me
Pusat gempa berada di darat pada kedalaman 11 kilometer, sekitar 54 kilometer arah tenggara Palu. Berdasarkan lokasi dan kedalamannya, gempa ini dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa ini disebabkan oleh aktivitas sesar aktif. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan turun (normal fault).
Guncangan dirasakan di sejumlah wilayah dengan skala intensitas bervariasi, termasuk Balinggi, Sigi, dan Donggala. Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut.
>>> John Godfrey Mundur dari Jabatan Kepala Komisioning SBS Australia
BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami berdasarkan hasil pemodelan. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Gempa ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas susulan pascagempa berkekuatan lebih besar yang terjadi sehari sebelumnya.
>>> Justin Gaethje Pertimbangkan Tiga Calon Lawan Usai Kalahkan Topuria
Hingga pukul 02.00 WIB, BMKG mencatat 354 kali gempa susulan dengan kekuatan maksimum magnitudo 5,2.