Selama bertahun-tahun, masyarakat mendengar berbagai rencana mengenai pengembangan jaringan rel yang menghubungkan provinsi-provinsi di Sumatera.
Gagasan tersebut sangat logis karena kereta api merupakan moda transportasi yang paling efisien untuk mengangkut komoditas dalam jumlah besar.
>>> Trans Luxury Hotel Surabaya Promo Menginap Mulai Rp999 Ribu
Di banyak negara maju, angkutan barang berbasis rel menjadi tulang punggung logistik nasional.
Sayangnya, hingga hari ini, perkembangan sistem perkeretaapian Sumatera masih jauh dari harapan. Belum terlihat percepatan yang signifikan untuk mewujudkan jaringan kereta api lintas Sumatera yang modern dan terintegrasi.
Padahal, berbagai dokumen perencanaan telah lama menyebut pentingnya konektivitas tersebut. Pertanyaan yang mulai muncul di masyarakat dan dunia usaha adalah: apakah proyek ini memang menjadi prioritas?
Ataukah terjadi perubahan arah kebijakan sehingga perhatian pemerintah bergeser ke sektor lain?
Masyarakat tentu berhak mendapatkan penjelasan yang transparan. Tanpa sistem transportasi alternatif, beban logistik akan terus bertumpu pada jalan raya dan kendaraan berbahan bakar diesel.
Ketika solar langka, maka seluruh sistem ikut terguncang.
Jalan Tol Saja Tidak Cukup
Keberadaan Jalan Tol Trans Sumatera merupakan kemajuan yang patut diapresiasi. Jaringan tol telah memangkas waktu tempuh dan meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Namun, pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa jalan tol tidak bisa bekerja sendiri. Sistem logistik modern harus dibangun melalui pendekatan multimoda.
Artinya, jalan tol harus terhubung dengan kereta api barang, pelabuhan laut, kawasan industri, dry port, dan pusat distribusi regional.
Inilah yang hingga kini belum sepenuhnya terwujud di Sumatera.
Akibatnya, hampir seluruh beban distribusi masih berada di atas roda kendaraan diesel. Ketika terjadi gangguan BBM, dampaknya langsung terasa di seluruh rantai pasok.
Sebaliknya, jika jaringan rel tersedia, sebagian besar komoditas dapat dipindahkan ke moda kereta api yang lebih hemat energi, lebih murah, dan lebih ramah lingkungan.
Ada beberapa langkah yang perlu segera dilakukan pemerintah. Pertama, melakukan audit menyeluruh terhadap rantai distribusi solar subsidi di Sumatera.