Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) tengah berlangsung di berbagai daerah.
Aturan terbaru dalam Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 mengizinkan anak usia minimal 5 tahun 6 bulan hingga 6 tahun untuk mendaftar.
>>> Kemenag Cairkan Insentif Guru Madrasah Non-ASN Akhir Juni 2026
Meski prioritas utama tetap diberikan kepada calon murid berusia 7 tahun atau lebih, kebijakan ini menuai perhatian terkait kesiapan mental anak.
Pakar pengasuhan dan perkembangan anak dari IPB University, Prof Dwi Hastuti, menegaskan bahwa usia bukan satu-satunya tolok ukur.
Menurut Dwi Hastuti, fase ideal masuk SD adalah pada usia 6 tahun. Pada usia itu, anak umumnya sudah memiliki kesiapan berpikir dan emosi yang cukup.
"Kalau ada anak usia 5,5 tahun yang sudah menunjukkan kematangan sosial, emosional, dan kemandirian yang baik, mungkin bisa menjadi pengecualian.
Namun secara umum, anak usia 5,5 tahun masih banyak yang belum cukup matang," ujarnya, dikutip dari laman IPB University, Rabu (17/6/2026).
Dwi Hastuti menekankan bahwa kesiapan anak tidak boleh dinilai hanya dari kemampuan calistung.
Ada enam komponen mendasar yang lebih krusial: kognitif, sosial, emosional, fisik/motorik, moral/spiritual, dan bahasa.
Pada aspek kognitif, anak yang siap sekolah biasanya mampu berpikir konkret, memiliki rasa ingin tahu tinggi, dan mulai berpikir kritis.
>>> Harga Emas Antam Naik Rp 4.000 Per Gram pada 17 Juni 2026
Dari segi fisik dan motorik, mereka bisa beraktivitas mandiri seperti mencuci tangan, ke toilet, dan mengikuti instruksi sederhana.
Untuk ranah sosial dan emosional, anak diharapkan mampu bekerja sama, berbagi, menunjukkan empati, dan menghargai orang lain. Mereka juga harus bisa mengelola emosi dengan lebih stabil.
Dampak Memaksa Anak Masuk Sekolah Terlalu Dini
Dwi Hastuti memaparkan berbagai risiko jika anak dipaksakan masuk SD sebelum waktunya. Salah satunya adalah penurunan rasa percaya diri akibat merasa tertinggal dari teman-temannya.
Situasi ini dapat memicu stres, rasa minder, hingga membuat anak rentan menjadi korban perundungan.
"Yang perlu dibangun pada anak bukan hanya kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan hidup seperti percaya diri, empati, kemampuan mengendalikan diri, dan toleransi.
Fondasi inilah yang akan mendukung keberhasilan anak dalam jangka panjang," jelasnya.
Orang tua diimbau untuk memastikan kesiapan anak secara menyeluruh saat akan memasuki SD. Pemeriksaan harus mencakup seluruh aspek perkembangan, bukan hanya nilai akademik.
"Lebih baik anak masuk SD ketika ia sudah matang, mandiri, dan percaya diri.
>>> Lionel Messi Bawa Argentina Ungguli Aljazair di Babak Pertama Piala Dunia 2026
Tujuan pendidikan bukan sekadar membuat anak cepat sekolah, tetapi membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang berkembang secara optimal," tutupnya.