⌂ Beranda News Kelangkaan Solar di Sumatera: Alarm Sistem Logistik yang Rentan

Kelangkaan Solar di Sumatera: Alarm Sistem Logistik yang Rentan

Kelangkaan Solar di Sumatera: Alarm Sistem Logistik yang Rentan
Antrean panjang kendaraan truk dan bus di SPBU akibat kelangkaan solar di Sumatera
A A Ukuran Teks16px

Persoalan ini tidak boleh berhenti pada dugaan.

Negara harus memastikan secara akurat apakah kelangkaan disebabkan oleh distribusi, penyalahgunaan, pengawasan yang lemah, atau kombinasi dari semuanya.

Kedua, mempercepat digitalisasi distribusi BBM hingga tingkat SPBU. Teknologi saat ini memungkinkan pemerintah mengetahui pergerakan distribusi secara real-time sehingga kebocoran dapat diminimalkan.

Ketiga, memperkuat pengawasan terhadap penggunaan BBM subsidi agar benar-benar sampai kepada kelompok sasaran yang membutuhkan.

Keempat, mempercepat pembangunan pusat-pusat logistik regional yang terintegrasi dengan pelabuhan, jalan tol, dan kawasan industri.

Kelima, yang paling strategis, mempercepat pembangunan jaringan kereta api barang lintas Sumatera. Pembangunan rel bukan lagi sekadar proyek transportasi.

Ini adalah investasi jangka panjang untuk menurunkan biaya logistik nasional.

Bagi dunia usaha, persoalan ini sesungguhnya sederhana. Pengusaha tidak meminta subsidi tambahan.

Mereka hanya membutuhkan kepastian.

Kepastian bahwa barang dapat bergerak. Kepastian bahwa kendaraan memperoleh bahan bakar.

Kepastian bahwa pemerintah memiliki arah pembangunan logistik yang jelas.

Bagi masyarakat, konektivitas berarti harga kebutuhan pokok yang stabil, kesempatan kerja lebih luas, dan akses ekonomi yang lebih baik.

Bagi investor, konektivitas adalah sinyal bahwa suatu wilayah siap tumbuh.

Karena itu, pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera harus dilanjutkan hingga benar-benar terhubung secara utuh.

Pada saat yang sama, pembangunan Sumatera Railway System harus menjadi agenda strategis nasional yang tidak lagi hanya berhenti pada kajian dan wacana.

Anggaran negara tersedia. Teknologi tersedia.

Kebutuhan ekonomi juga sangat jelas. Yang dibutuhkan sekarang adalah kemauan politik, konsistensi kebijakan, dan manajemen program yang kuat.

Kelangkaan solar yang terjadi hari ini seharusnya menjadi alarm bagi semua pihak. Alarm bahwa pembangunan konektivitas Sumatera belum selesai.

Dan jika Sumatera ingin menjadi motor pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan, maka energi, logistik, jalan tol, pelabuhan, dan jaringan kereta api harus bergerak dalam satu sistem terintegrasi.

Sebab bagi dunia usaha, waktu adalah biaya. Bagi masyarakat, konektivitas adalah kesejahteraan.

>>> Argentina Hadapi Aljazair di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Dan bagi negara, kelancaran logistik adalah fondasi daya saing nasional.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru