⌂ Beranda News Timnas Iran Imbangi Selandia Baru di Tengah Hambatan Logistik

Timnas Iran Imbangi Selandia Baru di Tengah Hambatan Logistik

Timnas Iran Imbangi Selandia Baru di Tengah Hambatan Logistik
Pemain tim nasional sepak bola Iran merayakan gol di lapangan
A A Ukuran Teks16px

Tim nasional sepak bola Iran bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru dalam laga pembuka Grup G Piala Dunia 2026 di Stadion SoFi, Inglewood, California, pada 15 Juni 2026.

Pertandingan tersebut diwarnai situasi logistik yang rumit bagi skuad Iran.

>>> Argentina Turunkan Duet Messi dan Martinez Hadapi Aljazair di Piala Dunia 2026

Tim berjuluk Team Melli dua kali tertinggal melalui gol Elijah Just, namun berhasil menyamakan kedudukan lewat aksi Ramin Rezaeian dan Mohammad Mohebbi.

Hasil ini membuat Iran, Selandia Baru, Belgia, dan Mesir sama-sama mengoleksi satu poin di Grup G.

Kendala Logistik dan Akomodasi

Kondisi fisik para pemain Iran menjadi sorotan karena mereka dilarang bermarkas di wilayah Amerika Serikat akibat konflik militer yang melibatkan AS, Israel, dan Iran sejak Februari 2026.

Skuad asuhan Amir Ghalenoei terpaksa mendirikan pusat latihan di Tijuana, Meksiko, dan harus terbang pulang-pergi pada hari pertandingan.

Selain masalah akomodasi, belasan anggota staf teknis dan ofisial Iran juga ditolak visanya oleh AS dengan alasan keamanan nasional terkait Garda Revolusi (IRGC).

Iran menjumpai kendala kelelahan fisik yang ekstrem karena harus menempuh perjalanan lintas batas sebelum dan sesudah laga.

Pelatih Iran mengeluhkan perlakuan yang diterima timnya sesaat setelah pertandingan pertama tersebut selesai dilaksanakan di stadion.

"Diusir," kata Amir Ghalenoei, Pelatih Timnas Iran.

Ghalenoei menambahkan bahwa situasi tersulit bagi anak asuhnya bukan berada pada pertandingan pertama, melainkan akumulasi kelelahan untuk laga-laga berikutnya.

>>> Gibran Tekankan Etika sebagai Fondasi Penggunaan AI di Indonesia

Skuad Iran dijadwalkan menghadapi Belgia pada 21 Juni 2026 di Los Angeles dan Mesir pada 26 Juni 2026 di Seattle.

Laga penutup melawan Mesir menjadi titik paling krusial karena jarak penerbangan dari Tijuana menuju Seattle mencapai sekitar 2.000 kilometer.

Manajemen kelelahan, rotasi pemain, serta optimalisasi pemulihan fisik di Meksiko menjadi kunci utama bagi tim kepelatihan Iran dalam mengarungi sisa fase grup.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru