Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menekankan bahwa pengembangan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia harus berlandaskan etika dan integritas moral.
Pernyataan itu disampaikan Gibran pada Rabu (17/6/2026) melalui akun media sosial resminya, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.
>>> BGN Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis, Hentikan Distribusi Selama Libur Sekolah
Menurut Gibran, penguasaan teknis AI saja tidak cukup tanpa diimbangi tanggung jawab. "Ada satu hal yang jauh lebih penting dari sekedar teknis penguasaan AI, yaitu etika.
Teknologi tanpa etika itu berbahaya," ujarnya.
Gibran memaparkan bahwa AI memiliki potensi besar untuk mendorong inovasi positif. Namun, lemahnya pengawasan etis dapat memicu penyalahgunaan, seperti penyebaran hoaks, plagiarisme, dan pelanggaran privasi.
"AI bisa digunakan untuk membuat konten positif, tapi juga bisa dipakai untuk menyebar hoax, melakukan plagiarisme, atau melanggar privasi orang lain," kata Gibran.
Imbauan untuk Generasi Muda
Gibran mengimbau generasi muda agar memanfaatkan AI untuk kemaslahatan publik. Ia mengingatkan agar teknologi tidak digunakan untuk menipu atau menjatuhkan orang lain.
"Saya ingin mengingatkan, pemanfaatan AI harus didasari oleh nilai-nilai integritas. Jangan gunakan AI untuk menipu.
>>> Bank Investasi Global Pangkas Proyeksi Harga Minyak Brent hingga 2027
Jangan gunakan AI untuk menjatuhkan orang lain," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa tantangan ke depan adalah memastikan adopsi teknologi berjalan seiring dengan standar moral bangsa. Keseimbangan ini menjadi tolok ukur peradaban dalam merespons disrupsi.
"AI harus digunakan untuk kesejahteraan bersama, untuk mempermudah hidup, bukan untuk menciptakan kekacauan sosial.
Kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan kemajuan moralitas kita sebagai bangsa yang beradab," ucap Gibran.
Pemerintah telah mengadopsi instrumen internasional untuk mewujudkan tata kelola AI yang bertanggung jawab. Indonesia saat ini merampungkan Readiness Assessment Methodology dari UNESCO guna mengukur kesiapan ekosistem AI nasional.
"Kuasai teknologinya. Pegang teguh etikanya.
>>> IHSG Berpotensi Menguat Berkat Redanya Tekanan Jual Investor Asing
Mari kita jadikan AI sebagai jembatan menuju Indonesia yang lebih maju, lebih cerdas, dan lebih bermartabat," pungkas Gibran.