⌂ Beranda News Federal Reserve Diperkirakan Pertahankan Suku Bunga Acuan di Tengah Inflasi Tinggi

Federal Reserve Diperkirakan Pertahankan Suku Bunga Acuan di Tengah Inflasi Tinggi

Federal Reserve Diperkirakan Pertahankan Suku Bunga Acuan di Tengah Inflasi Tinggi
Ilustrasi suku bunga BI Rate dan industri multifinance
A A Ukuran Teks16px

"Saya berharap mereka secara terbuka menyatakan bersedia menaikkan suku bunga jika inflasi terus bertahan," kata George.

Di sisi lain, pejabat bank sentral juga akan memperbarui dot plot proyeksi ekonomi mereka.

Kepala Riset Makro dan Strategi Pasar Guggenheim Investments, Patricia Zobel, memprediksi proyeksi tersebut akan bergeser ke arah yang lebih ketat.

"Saya pikir akan ada pergeseran hawkish dalam dot plot.

Beberapa peserta bahkan dapat menjadikan kenaikan suku bunga sebagai skenario dasar tahun ini, sebagian mungkin memperkirakan dua kali kenaikan suku bunga," kata Zobel.

Meskipun mayoritas memperkirakan pengetatan, pandangan berbeda disampaikan oleh Kepala Ekonom Wilmington Trust, Luke Tilley, yang melihat adanya potensi perlambatan inflasi inti menjelang akhir tahun.

"Saat memasuki akhir musim panas, kami melihat harga energi tidak menular ke inflasi inti dan inflasi bukan lagi ancaman besar," ujar Tilley.

Sentimen geopolitik sempat mereda setelah pengumuman kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran pada Minggu (14/6/2026) yang direncanakan membuka kembali Selat Hormuz pada Jumat (19/6/2026).

Namun, mantan Presiden Federal Reserve Philadelphia, Patrick Harker, memperingatkan bahwa pemulihan kondisi tidak serta-merta menyelesaikan akar masalah inflasi.

>>> Google Resmi Luncurkan Android 17 untuk Pengguna Pixel

"Bahkan sebelum perang, inflasi masih berada di atas 2 persen. Faktor-faktor yang mendorong inflasi sebelum perang masih tetap ada," kata Harker.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru