⌂ Beranda News Microsoft Siap Atur Ulang Bisnis Xbox demi Jaga Kelangsungan

Microsoft Siap Atur Ulang Bisnis Xbox demi Jaga Kelangsungan

Microsoft Siap Atur Ulang Bisnis Xbox demi Jaga Kelangsungan
Konsol Xbox Series X25 transparan hijau edisi 25 tahun
A A Ukuran Teks16px

Divisi game Microsoft, Xbox, bersiap melakukan pengaturan ulang strategi bisnis dalam waktu 100 hari ke depan. Langkah ini diambil demi memulihkan kesehatan finansial perusahaan jangka panjang.

Rencana restrukturisasi tersebut disampaikan oleh CEO Xbox, Asha Sharma, melalui surat internal kepada seluruh karyawan global Xbox.

>>> Lionel Messi Samai Rekor Miroslav Klose Usai Cetak Hattrick

Perusahaan melaporkan margin akuntabilitas Xbox diproyeksikan hanya mencapai sekitar 3 persen pada penutupan tahun fiskal ini.

Krisis keuangan ini dipicu oleh investasi besar-besaran selama lima tahun terakhir yang menelan biaya lebih dari 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp 360 triliun.

Biaya tersebut digunakan untuk konten, platform, dan subsidi perangkat keras.

Meskipun pengeluaran melonjak, pendapatan tahunan Xbox pada periode yang sama justru merosot hingga hampir 500 juta dolar AS atau sekitar Rp 9 triliun.

Manajemen kini tengah bersiap menghadapi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang diperkirakan terjadi setelah tahun fiskal Microsoft berakhir pada 30 Juni 2026.

Selain PHK, pemangkasan anggaran juga akan menyasar sektor pemasaran dan beberapa lini bisnis operasional lainnya. "Ke depannya, ini tidak dapat berlanjut," kata Sharma dalam suratnya.

>>> Penjualan Pikap Nasional Mei 2026 Anjlok 25 Persen, Suzuki Carry Kembali Puncaki Pasar

Tantangan Perangkat Keras dan Evaluasi Studio

Sektor perangkat keras menjadi tantangan berat menyusul krisis komponen yang memicu lonjakan harga suku cadang penyimpanan dan memori hingga lima kali lipat dibanding dua tahun lalu.

Xbox pun mengevaluasi kembali kepemilikan studio game yang dinilai membuat struktur organisasi menjadi terlalu rumit dan tidak efisien.

"Kita perlu menilai kembali keseimbangan antara game eksklusif, kerja sama pihak ketiga, dan investasi jangka panjang untuk lima tahun ke depan," tulis Sharma.

Guna mempercepat inovasi, Xbox berencana merombak infrastruktur teknologi internal yang selama ini dianggap terlalu bergantung pada banyak vendor luar.

Di sisi lain, manajemen mencatat fondasi bisnis masih kuat dengan total waktu bermain pengguna mencapai 72 miliar jam setiap tahunnya.

>>> DPR Setujui Anggaran Kementerian ESDM Rp27,33 Triliun untuk 2027

Xbox juga bersiap meluncurkan sejumlah game eksklusif baru seperti Gears of War: E-Day pada 2026 serta Clockwork Revolution pada 2027.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru