Kementerian Pertanian (Kementan) melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Satgas Pangan, dan Polri dalam pengawasan proyek pembibitan komoditas perkebunan senilai Rp9,95 triliun.
Langkah ini diambil untuk mencegah potensi korupsi pada program jangka panjang tersebut.
>>> Kapolda Riau Tawarkan Green Policing sebagai Konsep Pemolisian Masa Depan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa keterlibatan aparat penegak hukum sangat penting untuk menjaga keberlangsungan proyek nasional ini.
"Tadi ada Satgas, TNI, Polri, dan KPK.
Kami minta ini dikawal, kita kawal bersama karena ini adalah masa depan anak cucu kita," ujarnya di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Amran menekankan bahwa kesalahan dalam pembibitan dapat berdampak buruk hingga puluhan tahun. "Salah di pembibitan, akan salah 60 tahun.
Jadi kami pengalaman di pada saat pembibitan itu enggak boleh salah," katanya.
Proyek Peremajaan Tujuh Komoditas
Proyek ini merupakan peremajaan komoditas perkebunan strategis atas perhatian Presiden Prabowo Subianto.
>>> GOTO Siap Buyback Saham Rp3,5 Triliun, Targetkan Penguatan Struktur Modal
Komoditas yang disasar meliputi kelapa, pala, tebu, kakao, kopi, lada, dan mete dengan target lahan 870.000 hektar.
"Totalnya tiga tahun ini 870.000 hektar. Anggarannya Rp 9,95 triliun, kurang lebih Rp 10 triliun," tutur Amran.
Anggaran tersebut akan dialokasikan secara bertahap kepada kelompok tani dalam kurun waktu sekitar tiga tahun.
KPK akan memberikan asistensi dan panduan hukum untuk meminimalisasi ruang gerak oknum yang berniat melakukan penyelewengan.
"Makanya kami koordinasi bukan saja KPK, ada kepolisian, ada kejaksaan, semua kita bahu-membahu mencegah penyalahgunaan wewenang," tegas Amran.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono alias Mas Dar menambahkan bahwa upaya mendorong produktivitas melalui komoditas unggulan bernilai tinggi menjadi target utama.
>>> Ferrari Luce EV Dikembangkan Rahasia di Sirkuit Balocco, Uji Malam Hari
"Kita remajakan bibitnya yang sesuai, yang terstandar, cara pengelolaannya yang bener, maka produktivitasnya tinggi, petaninya tambah sejahtera," ujarnya.