Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto mengungkap bahwa makelar kasus atau calo dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah memanfaatkan bocoran informasi dari pihak internal.
Hal itu disampaikan dalam acara peluncuran E-learning ASN di Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI pada Rabu (17/6/2026).
>>> Google Resmi Rilis Android 17 dengan Fitur Keamanan dan Produktivitas Baru
Setyo menjelaskan bahwa sistem digitalisasi seperti e-katalog masih kerap diakali oleh pihak tertentu akibat faktor sumber daya manusia yang mengoperasikannya.
"Yang saya sebut paling gampang misalkan e-catalogue. Pengadaan secara digitalisasi masih bisa dimainkan, masih bisa dikotak-katik.
Ditutup siang hari, dibuka malam hari. Karena apa?
Kembali kepada sumber daya manusianya," kata Setyo.
Praktik manipulasi tersebut menjadi celah masuk bagi para calo atau broker.
Setyo menyebut para makelar ini sebenarnya tidak memiliki kemampuan khusus, melainkan hanya menunggu pasokan data dari oknum di dalam lembaga.
"Sering saya sampaikan, mereka selalu beralasan 'Pak ada Markus, makelar kasus, ada calo, ya ada broker'. Mereka ini tidak sakti-sakti amat.
Mereka ini sebenarnya adalah penonton, pemain yang menunggu kucuran informasi dari orang dalam," ujar Setyo.
>>> Warga di Berbagai Daerah Rayakan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah
Setelah mendapatkan rincian spesifikasi dan harga penawaran dari oknum internal, para makelar mulai bergerak mencari vendor yang bersedia memotong harga keuntungan.
Pola persekongkolan ini dinilai menjadi sumber penyimpangan pengadaan pada tingkat kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah.
"Jadi kalau orang dalam sudah ngasih tahu 'woi nanti buka buat pengadaan speknya ini ini ini'. Diarahkan.
Nanti harga penawarannya sekian-sekian. Dia buatlah itu.
Nah nanti tinggal merekalah broker, markus, makelar itu yang kemudian calo itulah yang gerilya, carilah pemain-pemain, carilah vendor, motong harga sekian," jelas Setyo.
Setyo meminta seluruh kepala daerah yang hadir untuk aktif mengawasi penegakan integritas aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan masing-masing.
"Pak Gubernur, Ibu Gubernur, kepala daerah semuanya saya minta ini juga menjadi perhatian bagi semua.
>>> Bobby Nasution Larang ASN Sumut Gunakan Vape, Ini Aturannya
Dengan segala situasi dan kondisi saat ini, kita tidak bisa melupakan bahwa itu jadi tanggung jawab kita semuanya," pungkas Setyo.