Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membentuk tim khusus pengadaan batu bara kalori sedang untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik PT PLN (Persero).
Langkah ini diambil setelah menerima arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto dalam rapat beberapa hari lalu guna membenahi pasokan energi primer.
>>> Messi Cetak Hattrick dan Samai Rekor Gol Piala Dunia
Tim gabungan tersebut melibatkan internal PLN, Inspektur Jenderal, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Saat ini, volume batu bara yang telah terikat kontrak baru mencapai 134 juta ton dari total kebutuhan tahunan sebesar 154 juta ton.
Artinya, masih terdapat kekurangan pasokan sekitar 20 juta ton.
"Rapat diarahkan langsung oleh Bapak Presiden bahwa dalam rangka pengawasan energi primer agak tidak begini terus maka kita membentuk tim pengadaan PLN, Irjen, Dirjen Minerba, dan BPKP," ujar Bahlil dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI, Rabu (17/6/2026).
Kementerian ESDM sebelumnya telah menugaskan sejumlah perusahaan pertambangan untuk menyediakan sekitar 190 juta ton batu bara demi mengamankan kebutuhan operasional PLN.
>>> Ketua KPK Ungkap Makelar Kasus Manfaatkan Bocoran Orang Dalam
Namun, realisasi pemenuhan masih menyisakan selisih volume yang belum terkontrak secara resmi.
"Artinya, dari total kebutuhan PLN 154 juta yang sudah dikontrak 134 berarti kan tinggal kurang 20 yang belum dikontrakkan," jelasnya.
Sebelumnya, koordinasi intensif selama hampir 5,5 jam telah dilakukan oleh Menteri ESDM bersama Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo beserta jajaran direksi.
Pertemuan tersebut difokuskan untuk rekonfirmasi dan memastikan keandalan pasokan komoditas energi.
"Empat hari lalu saya memimpin rapat dengan Pak Darmo dan Direksi PLN kurang lebih sekitar 5 setengah jam untuk melakukan rekonfirmasi agar tidak terjadi persepsi ataupun informasi yang multiinterpretasi.
>>> Google Resmi Rilis Android 17 dengan Fitur Keamanan dan Produktivitas Baru
Namun saya harus akui bahwa PLN dalam 134 juta itu membutuhkan batu bara yang medium," ujar Bahlil.