Rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberlakukan tarif impor baru terhadap sejumlah produk Indonesia dikhawatirkan berdampak buruk pada pasar keuangan, terutama pasar saham domestik.
Kebijakan impor baru Trump dinilai dapat menekan kinerja ekspor nasional, khususnya sektor manufaktur yang bergantung pada pasar AS.
>>> Kementan Salurkan Benih Unggul Perkebunan Rp9,95 Triliun untuk Hilirisasi
Pelaku pasar mulai mencermati seberapa besar dampaknya terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Dampak Terbatas pada IHSG
Investment Specialist KISI Sekuritas, Ahmad Faris Mu’tashim, menilai dampak tarif baru Trump terhadap indeks relatif terbatas.
Struktur ekspor Indonesia ke AS saat ini masih terkonsentrasi pada sektor tekstil dan alas kaki.
Sementara itu, pergerakan IHSG lebih banyak dipengaruhi oleh saham-saham berkapitalisasi besar di sektor keuangan dan energi.
“Melihat ekspor Indonesia ke AS terpusat pada sektor tekstil dan alas kaki, kami melihat dampak ke IHSG yang didominasi pergerakan sektor finansial dan energi, jadi cenderung minim,” ujar Faris.
Sebagian besar sentimen negatif terhadap pasar keuangan domestik telah tercermin dalam koreksi IHSG sebelumnya.
Penurunan tajam dari level 9.150 ke 5.300 telah mengakomodasi berbagai risiko yang membayangi pasar, termasuk kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global dan meningkatnya tensi perdagangan internasional.
“Kami menilai penurunan dari 9.150 ke 5.300 sudah terfaktorkan terkait sentimen negatif,” paparnya.
Faktor Koreksi IHSG
Koreksi IHSG sejak awal tahun disebabkan beberapa faktor dari kondisi eksternal maupun isu internal.
Pertama, risiko fiskal akibat lonjakan harga minyak global yang dipicu konflik AS-Iran, sementara Indonesia merupakan net importir minyak.
Kedua, menurunnya kepastian kebijakan pemerintah, seperti perubahan kebijakan royalti tambang yang berulang hingga wacana kebijakan ekspor satu pintu.
Ketiga, outlook negatif terhadap utang pemerintah yang dikeluarkan oleh pemeringkat global Moody's dan Fitch Rating.
Keempat, review MSCI yang menghapus enam saham berkapitalisasi besar Indonesia dari indeksnya membuat asing ramai-ramai hengkang.
Sektor yang paling terdampak oleh kebijakan Trump adalah industri tekstil.