Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah pada akhir sesi satu perdagangan, Rabu (17/6/2026).
Indeks tercatat terkoreksi 0,84 persen ke level 6.202.
>>> Spacex Lampaui Kapitalisasi Pasar Amazon Setelah Saham Naik 4 Persen
Pelemahan ini dipicu oleh meningkatnya tekanan jual pada saham berkapitalisasi besar, terutama dari kelompok konglomerasi.
IHSG sempat dibuka menguat di posisi 6.321,961 dan mencapai titik tertinggi 6.377,190 sebelum akhirnya berbalik turun hingga level terendah 6.200,220.
Saham Konglomerasi Tertekan
Sejumlah saham menjadi penekan utama pergerakan indeks. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) merosot hingga 10,6 persen.
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun 6,1 persen, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melemah 5,7 persen.
>>> Kementan Minta Polisi Periksa 130 Pabrik Sawit yang Turunkan Harga TBS
Sebanyak 394 saham bergerak di zona merah, sementara 275 saham menguat dan 144 saham stagnan.
Hanya indeks sektor non-siklikal yang bertahan di zona hijau, sedangkan sektor industrials dan energi mencatat koreksi paling dalam.
Volume transaksi pada sesi satu mencapai 22,06 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 16,31 triliun dari 1,57 juta kali frekuensi.
Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia masih bertahan di level Rp 10.793 triliun.
>>> China Bersumpah Ambil Tindakan Balasan Terhadap Situs Intelijen Taiwan
Pergerakan IHSG sejalan dengan bursa Asia yang bervariasi. Tokyo dan Mumbai menguat, sedangkan Hong Kong dan Shanghai melemah.