Pemerintah China mengecam keras peluncuran situs web intelijen oleh Taiwan dan bersumpah akan mengambil tindakan balasan yang tegas.
Kecaman ini muncul setelah Biro Keamanan Nasional Taiwan (NSB) meluncurkan platform yang bertujuan membujuk warga China membocorkan informasi rahasia negara.
>>> Pemerintah Targetkan Perlindungan Sosial Digital AI Meluncur Oktober 2026
Juru bicara Kantor Urusan Taiwan, Chen Binhua, menyatakan bahwa situs tersebut merusak hubungan lintas selat dan menunjukkan sikap konfrontatif Partai Progresif Demokratik yang berkuasa di Taiwan.
"Kami mengutuk keras tindakan ini dan akan mengambil tindakan balasan yang tegas," kata Chen dalam pernyataannya, seperti dilansir CCTV.
Chen juga mengingatkan konsekuensi hukum bagi warga negara China yang terbukti memberikan informasi intelijen kepada lembaga Taiwan.
"Warga negara China, partai politik, organisasi masyarakat, perusahaan, dan institusi publik semuanya memikul tanggung jawab menjaga keamanan nasional," tegasnya.
Ketegangan Lintas Selat
Ketegangan ini memperpanjang perselisihan antara Beijing dan Taipei. China tetap mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan mengancam opsi militer.
>>> Gempa Magnitudo 6,7 Rusak Sejumlah Gedung Universitas Tadulako Palu
Sementara itu, Taipei menuduh China menggunakan spionase untuk melemahkan pertahanan mereka.
Situs baru NSB menyasar warga China yang memiliki nilai-nilai demokrasi untuk bekerja sama melaporkan kondisi di Beijing.
Peluncuran platform pada 14 Juni 2026 itu disertai video promosi buatan AI yang menampilkan pegawai negeri China melihat rekannya diberhentikan dan diselidiki.
Video tersebut menggambarkan "suasana tegang di bawah rezim totaliter China," menurut NSB.
NSB menyatakan bahwa saluran pelaporan ini meniru sistem yang digunakan badan intelijen Amerika Serikat, Inggris, dan Israel.
>>> Pemerintah Targetkan Peluncuran Sistem Perlinsos Digital Nasional Akhir 2026
Mereka mengklaim "semakin banyak orang" menghubungi lembaga Taiwan untuk memberikan berbagai jenis informasi.