⌂ Beranda News Rencana Tarif Impor Trump Berpotensi Tekan Saham Emiten Manufaktur

Rencana Tarif Impor Trump Berpotensi Tekan Saham Emiten Manufaktur

Rencana Tarif Impor Trump Berpotensi Tekan Saham Emiten Manufaktur
Ilustrasi tarif impor AS terhadap produk Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengenakan tarif impor baru terhadap produk Indonesia berpotensi menekan sejumlah saham emiten manufaktur yang memiliki eksposur ekspor ke Negeri Paman Sam.

Kebijakan impor baru Trump dinilai akan menekan kinerja ekspor nasional, terutama sektor manufaktur yang bergantung pada pasar AS.

>>> Pemkab Bogor Pasang Tralis Besi Usai Bocah Terperosok Gorong-Gorong

Investment Specialist KISI Sekuritas, Ahmad Faris Mu’tashim, mengatakan emiten tekstil menjadi kelompok yang paling rentan terdampak.

Saham seperti PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) dan PT Pan Brothers Tbk (PBRX) menjadi proksi untuk melihat potensi dampak pada sektor tekstil.

“Emiten tekstil seperti BELL, PBRX menjadi proxy sektor tekstil,” ujar Faris saat dihubungi Kompas. com, Rabu (17/6/2026).

Sektor tekstil, alas kaki, furnitur, dan elektronik merupakan kelompok industri yang paling terekspos terhadap kebijakan tarif baru AS.

Karena itu, diperlukan upaya diversifikasi pasar ekspor agar ketergantungan terhadap pasar AS dapat dikurangi.

“Betul, maka dari itu perlu ada penyesuaian tujuan alternatif agar destinasi ekspor tidak hanya terpaku ke pasar AS,” paparnya.

Jika tarif baru AS diberlakukan, penurunan utilisasi pabrik menjadi salah satu risiko yang harus dihadapi pelaku industri.

Kondisi ini bisa menekan profitabilitas emiten manufaktur karena penggunaan kapasitas produksi tidak berjalan optimal.

Menurutnya, target pertumbuhan laba emiten manufaktur pada tahun ini juga berpotensi mengalami penyesuaian apabila tarif impor AS benar-benar diterapkan.

“Tentu hal ini akan mempengaruhi margin, karena penggunaan alat produksi tidak bisa optimal,” pungkas dia.

Peluang di Tengah Ancaman

Di sisi lain, perang dagang juga dapat menciptakan peluang bagi sejumlah perusahaan yang memiliki pasar ekspor alternatif selain AS.

Selain memiliki tujuan ekspor alternatif, emiten yang berpotensi bertahan dan memperoleh manfaat dari perubahan pola perdagangan global juga harus didukung oleh kondisi keuangan yang sehat, terutama dari sisi arus kas.

Kondisi itu penting mengingat sektor manufaktur yang berorientasi ekspor umumnya memiliki tingkat pengembalian investasi (ROI) yang relatif rendah, sehingga membutuhkan likuiditas yang kuat untuk menjaga operasional dan ekspansi usaha.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru