⌂ Beranda News Putin Jamu Pemimpin ASEAN di KTT Kazan, Perkuat Hubungan dengan Asia

Putin Jamu Pemimpin ASEAN di KTT Kazan, Perkuat Hubungan dengan Asia

Putin Jamu Pemimpin ASEAN di KTT Kazan, Perkuat Hubungan dengan Asia
Presiden Rusia Vladimir Putin bersama pemimpin ASEAN dalam KTT di Kazan
A A Ukuran Teks16px

Presiden Rusia Vladimir Putin menjamu para pemimpin negara ASEAN dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Rusia-ASEAN di Kota Kazan yang dimulai pada Rabu (17/6/2026).

Pertemuan ini digelar di tengah tekanan geopolitik Barat yang terus berlangsung akibat invasi di Ukraina.

>>> Dharma Pongrekun Ubah 85% Substansi Gugatan UU Kesehatan di MK

Selama lebih dari empat tahun konflik skala penuh di Ukraina, Putin terus memperdalam hubungan politik dan ekonomi dengan kawasan Asia.

Ibu kota Tatarstan yang terletak sekitar 700 kilometer di timur Moskow menjadi lokasi KTT tersebut.

Pelaksanaan KTT ini bersamaan dengan pertemuan G7 di Prancis yang berfokus pada pengakhiran perang di Ukraina dan Timur Tengah.

Seluruh perwakilan dari 11 negara anggota ASEAN telah mendarat di Kazan pada Rabu (17/6/2026), dengan agenda utama pada Kamis (18/6/2026).

Malaysia, Thailand, Vietnam, Kamboja, Laos, dan Singapura mengutus langsung Perdana Menteri mereka, sementara Filipina diwakili oleh Presiden Ferdinand Marcos Jr.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono dilaporkan tiba lebih awal pada Selasa (16/6/2026) dan disambut Wakil Perdana Menteri Tatarstan Vasil Shaykhraziev.

>>> PT Republik Motor Internasional Gandeng Arquus Kembangkan Kendaraan Taktis

Myanmar juga mengirimkan delegasinya.

Fokus Pembahasan dan Kerja Sama

Otoritas Rusia menjelaskan fokus utama pertemuan adalah bertukar pandangan tentang masalah global dan regional.

Kerja sama baru akan diarahkan pada sektor keamanan, perdagangan, investasi, dan kemanusiaan.

Langkah ini diambil Moskow untuk menggeser fokus perekonomian serta ekspor minyak ke Asia akibat sanksi ekonomi dari negara-negara Barat.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim merespons langkah tersebut untuk mengamankan kepentingan domestik, terutama memastikan pasokan minyak dapat terus disalurkan.

>>> STIK Luluskan 289 Perwira Polri untuk Perkuat SDM

Upaya pengamanan pasokan energi ini menjadi krusial karena negara-negara Asia sempat terdampak krisis energi global yang dipicu konflik melibatkan AS dan Israel melawan Iran, yang kini telah diselesaikan melalui kesepakatan damai.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru