⌂ Beranda News IHSG Berfluktuasi Menanti Pengumuman Status Pasar Modal Indonesia oleh MSCI

IHSG Berfluktuasi Menanti Pengumuman Status Pasar Modal Indonesia oleh MSCI

IHSG Berfluktuasi Menanti Pengumuman Status Pasar Modal Indonesia oleh MSCI
Grafik pergerakan IHSG yang fluktuatif
A A Ukuran Teks16px

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif dalam sepekan terakhir. Pelaku pasar menanti keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada 18 Juni 2026.

MSCI akan menentukan apakah Indonesia tetap dalam kelompok pasar berkembang (emerging market) atau diturunkan statusnya menjadi pasar batas berkembang (frontier market).

>>> Lionel Messi Cetak Hat-trick dan Pecahkan Tiga Rekor di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Jika penurunan status terjadi, Indonesia berisiko kehilangan dana asing hingga 13 miliar dolar AS atau sekitar Rp 230,2 triliun.

Kurs yang digunakan adalah Rp 17.725 per dolar AS.

Sepanjang tahun berjalan, arus keluar modal asing dari pasar saham mendekati 4 miliar dolar AS.

Data RTI Business mencatat akumulasi dana asing yang keluar mencapai Rp 67,34 triliun.

Meski demikian, IHSG sempat ditutup menguat tajam 17,09 persen dalam sepekan ke level 6.254,96 pada perdagangan Senin, 15 Juni 2026.

Sepekan sebelumnya, indeks sempat menyentuh posisi terendah 5.342,13.

Sentimen MSCI Dominasi Pergerakan IHSG

Analis menilai pergerakan bursa domestik saat ini sangat dipengaruhi oleh sentimen evaluasi indeks global. Besarnya dana kelolaan pasif internasional yang mengacu pada MSCI menjadi faktor utama.

Kepala Investasi UOB Asset Management Indonesia, Albert Budiman, mengatakan sudah ada kemajuan dalam meningkatkan transparansi. Namun, belum diketahui apakah itu cukup bagi MSCI.

Selain ketidakpastian hasil tinjauan MSCI, sentimen pasar juga dipengaruhi kekhawatiran investor terhadap arah pengelolaan ekonomi di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Tekanan rupiah dan kekhawatiran pelebaran defisit anggaran turut membayangi.

Investment Specialist KISI Sekuritas, Ahmad Faris Mu’tashim, menyebut dana kelolaan MSCI sangat signifikan dengan estimasi AUM 250 miliar dolar AS hanya dari passive fund.

Sementara pengaruh FTSE terhadap pasar saham Indonesia relatif lebih terbatas.

Jika hasil tinjauan tidak sesuai ekspektasi, Faris memperkirakan IHSG berpotensi kembali terkoreksi ke area 5.300. Namun, sebagian besar risiko dinilai telah diantisipasi pasar pada pekan sebelumnya.

Apabila penilaian negatif berujung pada penurunan status ke frontier market, pasar saham domestik berpotensi menghadapi tekanan arus keluar dana yang masif.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru