Fenomena doom spending, yaitu perilaku belanja impulsif sebagai pelarian dari stres dan kecemasan ekonomi, semakin marak di kalangan Gen Z.
Namun, di tengah tren tersebut, sejumlah anak muda Indonesia mengaku masih optimistis terhadap peluang kerja dan kondisi ekonomi ke depan.
>>> Polres Rokan Hilir Tangkap Pelaku Perambahan Hutan Mangrove
Mereka juga menyimpan kekhawatiran mengenai tingginya biaya hidup, sulitnya memiliki rumah, dan ketatnya persaingan kerja.
Pandangan Mahasiswa dan Pencari Kerja
Nailla April (21), mahasiswa tingkat akhir di Surabaya, mengaku cukup optimistis menghadapi dunia kerja, meski menyadari persaingan semakin ketat.
"Ya cukup optimis tetapi ada kekhawatiran juga kalau nanti ternyata tidak semudah itu. Sekarang banyak peluang kerja, tapi pesaing juga banyak dan standar perusahaan semakin tinggi," ujarnya.
Menurut Nailla, generasi muda saat ini menghadapi tantangan lebih kompleks dibanding generasi sebelumnya dalam mencapai stabilitas keuangan.
Kenaikan harga rumah, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan sehari-hari dinilai tidak sebanding dengan pertumbuhan pendapatan.
Adel Trisca (22), juga seorang mahasiswa, tetap optimistis karena peluang kerja masih terbuka luas, namun menilai perlu terus meningkatkan keterampilan.
"Saya cukup optimis, tetapi tetap realistis. Peluang kerja memang banyak dan beragam, sehingga saya merasa perlu terus mengembangkan keterampilan," kata Adel.
Ia menambahkan, selain pekerjaan formal, anak muda juga perlu memiliki alternatif seperti berwirausaha.
Rama Ramadhan (22) menilai perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), menjadi tantangan baru bagi pencari kerja muda.
Meski demikian, ia tetap yakin kemampuan dan keterampilannya dapat menjadi modal untuk bersaing.
"Saya optimis akan peluang kerja setelah lulus nanti meski akan banyak persaingan dan juga penggunaan AI yang bisa saja menggantikan pekerjaan," ujar Rama.
Kekhawatiran Finansial dan Perilaku Konsumtif
Ketiganya sepakat bahwa generasi muda saat ini menghadapi kesulitan lebih besar untuk mencapai kestabilan finansial dibanding generasi sebelumnya.
>>> IFG Life Bayar Klaim Asuransi Kredit Rp394,2 Juta kepada Ahli Waris
Menurut Adel, kenaikan biaya pendidikan dan gaya hidup menjadi faktor yang membuat generasi muda harus bekerja lebih keras.