⌂ Beranda News Yield Obligasi AS Naik Tipis Jelang Rapat Perdana The Fed di Bawah Kevin Warsh

Yield Obligasi AS Naik Tipis Jelang Rapat Perdana The Fed di Bawah Kevin Warsh

Yield Obligasi AS Naik Tipis Jelang Rapat Perdana The Fed di Bawah Kevin Warsh
Grafik yield obligasi AS naik jelang rapat The Fed
A A Ukuran Teks16px

Imbal hasil atau yield obligasi pemerintah Amerika Serikat bergerak naik tipis pada perdagangan Rabu (17/6/2026).

Pergerakan ini terjadi seiring sikap pelaku pasar yang menantikan hasil rapat kebijakan moneter pertama Federal Reserve di bawah kepemimpinan Kevin Warsh.

>>> Pemimpin G7 Sepakat Perketat Sanksi Ekonomi dan Kirim Alat Pertahanan ke Ukraina

Berdasarkan data dari Money, yield untuk tenor 10 tahun yang menjadi acuan utama biaya pinjaman pemerintah naik lebih dari 1 basis poin ke level 4,439 persen pada Rabu sore.

Sementara itu, obligasi dengan tenor 2 tahun yang lebih sensitif terhadap proyeksi suku bunga bank sentral terpantau stabil pada posisi 4,056 persen.

Untuk tenor jangka panjang 30 tahun, yield merangkak naik lebih dari 1 basis poin hingga menyentuh 4,940 persen.

Pertemuan Perdana Kevin Warsh

Pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) kali ini menjadi momen perdana bagi Kevin Warsh sejak resmi menjabat sebagai Ketua The Fed.

Ia menggantikan posisi Jerome Powell yang masa jabatannya berakhir pada Mei lalu.

Mayoritas pemodal di pasar keuangan memprediksi bank sentral AS bakal mempertahankan suku bunga acuan dalam rentang 3,5 persen sampai 3,75 persen.

Namun, pengamat di Wall Street memperkirakan Warsh belum akan membeberkan proyeksi suku bunga pribadinya atau dot plot.

Analis Senior Strategi Suku Bunga Eropa ING, Michiel Tukker, memperkirakan pernyataan resmi dari lembaga tersebut berpotensi menunjukkan sikap yang lebih hawkish atau mendukung kebijakan suku bunga tinggi.

>>> Sudinhub Jakarta Utara Tertibkan Ratusan Kendaraan Parkir Liar

"Warsh dapat, misalnya, kembali menegaskan keyakinannya terhadap peningkatan produktivitas yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI), yang pada akhirnya dapat menjadi alasan bagi suku bunga kebijakan yang lebih rendah di masa mendatang," tulis Tukker.

Di sisi lain, investor global juga tengah beradaptasi dengan karakter kepemimpinan baru setelah delapan tahun terakhir terbiasa mengamati arah kebijakan lewat komunikasi Jerome Powell.

Chief Investment Officer Main Street Research, James Demmert, menilai pertemuan bank sentral kali ini menjadi salah satu agenda krusial dalam beberapa tahun terakhir bagi para pelaku pasar.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru