⌂ Beranda News Dana Kelolaan Sucor AM Tembus Rp 47,22 Triliun pada Kuartal I 2026

Dana Kelolaan Sucor AM Tembus Rp 47,22 Triliun pada Kuartal I 2026

Dana Kelolaan Sucor AM Tembus Rp 47,22 Triliun pada Kuartal I 2026
Gedung kantor Sucorinvest Asset Management di Jakarta
A A Ukuran Teks16px

PT Sucorinvest Asset Management (Sucor AM) membukukan pertumbuhan dana kelolaan dan jumlah investor pada kuartal I 2026.

Total Asset Under Management (AUM) perusahaan mencapai Rp 47,22 triliun hingga akhir Maret 2026.

>>> Yield Obligasi AS Naik Tipis Jelang Rapat Perdana The Fed di Bawah Kevin Warsh

Jumlah investor aktif yang dikelola Sucor AM kini melampaui 900.000 investor.

Pencapaian ini menempatkan Sucor AM sebagai salah satu pengelola dana dengan basis investor ritel terbesar di Indonesia.

Direktur Investasi Sucor AM Dimas Yusuf mengatakan pertumbuhan tersebut didorong oleh perluasan jaringan distribusi dan penguatan literasi keuangan masyarakat.

"Peningkatan literasi keuangan, program investasi rutin, serta ekspansi jaringan distribusi menjadi pendorong utama pertumbuhan AUM dan investor Sucor AM pada kuartal I/2026," ujar Dimas.

Produk reksa dana pasar uang menjadi instrumen utama yang menyokong kinerja perusahaan.

Reksa dana ini diminati karena menawarkan stabilitas, volatilitas rendah, dan fleksibilitas likuiditas di tengah sikap wait and see investor.

Dimas menambahkan, produk Sucorinvest Money Market Fund (SMMF) mencatatkan kinerja 4,78 persen year-on-year (YoY) per 8 Juni 2026.

>>> Pemimpin G7 Sepakat Perketat Sanksi Ekonomi dan Kirim Alat Pertahanan ke Ukraina

Sementara Sucorinvest Sharia Money Market Fund (SSMMF) mencatatkan kinerja 4,47 persen YoY pada periode yang sama.

Tingginya minat terhadap SSMMF sempat membuat produk tersebut sold out, sehingga perusahaan melakukan penambahan unit penyertaan.

Penguatan Manajemen Risiko dan Strategi Portofolio

Ke depan, Sucor AM berkomitmen mempertajam kalkulasi investasi dan mitigasi risiko untuk mengamankan imbal hasil portofolio.

Manajemen akan mengkaji pergerakan suku bunga acuan, indikator ekonomi makro, serta regulasi terbaru yang berdampak pada pasar ekuitas dan obligasi.

Pada reksa dana saham, fokus diberikan pada emiten berfundamental kokoh dengan valuasi menarik.

Sementara untuk reksa dana pendapatan tetap dan sukuk, pengelolaan dilakukan secara aktif melalui manajemen durasi.

>>> Sudinhub Jakarta Utara Tertibkan Ratusan Kendaraan Parkir Liar

Penapisan ketat diterapkan terhadap korporasi penerbit obligasi dengan mengutamakan likuiditas, kondisi finansial solid, dan profil risiko terukur.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru