Produsen otomotif asal China, Chery, memperluas ekosistem produknya di Indonesia dengan memperkenalkan teknologi robotika berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama AiMOGA.
Peluncuran lini teknologi non-otomotif ini menandai langkah awal perusahaan dalam menyasar pasar teknologi di Tanah Air.
>>> ELIT Reinvestasikan Laba Bersih 2025 demi Ekspansi Global dan AI
Chery memamerkan dua model robot humanoid, yaitu robot anjing bernama Argos dan robot menyerupai manusia bernama Mornine.
Spesifikasi dan Kemampuan Robot
Robot Mornine dirancang dengan tinggi 167 cm, berat 70 kg, serta dilengkapi 40 degree of freedom (DOF) untuk mendukung fleksibilitas pergerakan.
Robot ini dipersiapkan untuk integrasi dengan model kecerdasan buatan mutakhir demi menunjang interaksi natural.
Komunikasi interaktif didukung oleh sistem sensor, kamera, serta pemindai LiDAR.
"Mornine mampu berkomunikasi dalam lebih dari 10 bahasa dan melakukan berbagai tugas seperti menyajikan minuman maupun memberikan informasi kepada pengguna," jelas Sam, Marketing Overseas Chery.
Sistem pengoperasian pada robot anjing Argos difokuskan untuk pendamping keluarga, sarana edukasi, dan penunjang aktivitas komersial.
Pihak manajemen menegaskan bahwa kapabilitas sistem kecerdasan buatan ini akan terus diperbarui secara berkala.
"Robot kami memadukan kemampuan AI, persepsi lingkungan, dan interaksi manusia secara natural. Ke depan, kemampuan ini akan terus berkembang seiring bertambahnya data dan skenario penggunaan," jelas Sam.
Potensi Pasar dan Kolaborasi
Ekspansi ke pasar domestik dipandang strategis bagi perkembangan industri robotika regional.
"Kami melihat Indonesia sebagai salah satu pasar yang sangat potensial untuk pengembangan teknologi robotika dan kecerdasan buatan.
Karena itu, kami ingin mulai memperkenalkan solusi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun industri," ujar Sam.
>>> BDO Indonesia Raih Validasi SBTi untuk Target Net-Zero 2050
Implementasi robot ini diarahkan pada fungsi praktis, termasuk menjadi asisten penjualan di dealer, perawat rumah sakit, hingga membantu pengaturan lalu lintas.
Pada sektor medis, robot dapat mengarahkan navigasi pasien, sementara pada sektor lalu lintas berfungsi mengurangi risiko kerja petugas di jalan raya.