Asisten manajer timnas Inggris Anthony Barry mengkritik performa skuad The Three Lions yang tampil gugup dan penuh keraguan dalam pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 melawan Kroasia di Dallas, Rabu waktu setempat.
Ketegangan terlihat di pinggir lapangan ketika manajer Inggris Thomas Tuchel beradu argumen dengan kiper Jordan Pickford dan menegur penyerang Noni Madueke.
>>> Pemerintah Siapkan KPR Subsidi Tenor 40 Tahun untuk Meringankan Cicilan
Tuchel tidak puas dengan penerapan strategi tim.
Jurnalis talkSPORT Faye Carruthers melaporkan bahwa Tuchel tampil sangat emosional selama 20 menit pertama pertandingan hingga harus ditenangkan oleh stafnya sendiri.
"Dia sangat emosional sepanjang 20 menit pertama," kata Carruthers. Ia menambahkan bahwa Tuchel memanggil Madueke setelah memenangi penalti dan menyuruhnya untuk naik lebih tinggi.
Tuchel juga berteriak kepada Pickford untuk mengikuti instruksinya secara tepat. Anthony Barry kemudian turun tangan untuk meredakan situasi.
Anthony Barry secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya atas performa Inggris di babak pertama. "Babak pertama yang rumit dan membingungkan dari kami, banyak energi gugup di awal," ujarnya.
>>> J Batt Teken Kontrak Enam Tahun Senilai Rp285 Miliar di Kentucky
Barry menilai para pemain sering mengambil keputusan keliru akibat tekanan mental di laga pembuka turnamen besar. "Mungkin itu bisa diterima dan diharapkan di pertandingan pertama Piala Dunia," tuturnya.
Skuad Inggris gagal mengalirkan bola dengan baik ke area kosong sehingga menghambat tempo permainan yang diinginkan tim pelatih.
Inggris sempat unggul lewat penalti Harry Kane, namun Kroasia menyamakan kedudukan melalui gol Martin Baturina. Kane kemudian mencetak gol kedua dari sepak pojok Declan Rice.
Barry berharap penalti bisa membebaskan tim, tetapi mereka kembali jatuh ke pola ketakutan. "Kami selalu bisa mengandalkan set piece," katanya.
>>> Federal Reserve Tahan Suku Bunga Acuan pada Kisaran 3,50 Persen
Kemenangan Inggris buyar setelah Petar Musa menjebol gawang Pickford dari jarak dekat menjelang akhir babak pertama. Barry mengakui mereka harus membahas hal itu saat jeda.