⌂ Beranda News 11 Kepala Desa Jombang Kunjungi IKN, Kagumi Arsitektur Modern

11 Kepala Desa Jombang Kunjungi IKN, Kagumi Arsitektur Modern

11 Kepala Desa Jombang Kunjungi IKN, Kagumi Arsitektur Modern
Kepala Desa Jombang mengunjungi IKN
A A Ukuran Teks16px

Sebanyak 11 kepala desa dari Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, melakukan kunjungan ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

Rombongan yang tergabung dalam Paguyuban Kepala Desa Kecamatan Bandar Kedungmulyo itu berangkat pada Selasa (9/6) dan menginap selama dua malam.

>>> The Fed Pertahankan Suku Bunga Acuan pada Kisaran 3,5-3,75 Persen

Selama di IKN, para kepala desa mengeksplorasi berbagai infrastruktur, mulai dari Bandara Internasional IKN, jalan tol, hingga Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Kekaguman pada Arsitektur dan Tata Kota

Kepala Desa Banjarsari, Basyaruddin Saleh, mengungkapkan kekagumannya terhadap tata kota IKN yang dirancang modern, rapi, dan bersih.

Ia menyoroti penggunaan panel surya untuk lampu penerangan jalan tanpa kabel serta penataan arsitektur di kawasan yang dulunya merupakan hutan.

"Kalau dari pandangan mata saya sangat kagum melihat arsiteknya. Yang asalnya hutan terus menjadi kota seperti ini," ujar Basyaruddin pada Rabu (17/6/2026).

Selama dua hari, rombongan mengunjungi titik nol IKN, Plaza Seremoni, Plaza Bhinneka Tunggal Ika, Masjid Negara, hingga halaman Istana Presiden.

"Semua tempat kami datangi, paling bagus menurut saya di titik nol pas waktu senja. Mulai dari lampu hingga panorama alamnya," kata Basyaruddin.

>>> Suku Bunga KPR AS Melonjak ke 6,62% Usai The Fed Pertahankan Suku Bunga

Kunjungan ini didorong oleh rasa penasaran para kepala desa terhadap keindahan ibu kota baru. Perjalanan juga menjadi momen kenang-kenangan selama masa jabatan mereka.

"Tujuannya ya memang ingin tau karena penasaran dengan IKN. Kita kan sama-sama pejabat negaranya masak kita ndak tau istana negara yang baru.

Itu ajah gak ada motif lain," tegas Basyaruddin.

Basyaruddin memastikan seluruh biaya kunjungan tidak membebani anggaran negara.

Dana berasal dari kas rutin paguyuban yang dikumpulkan setiap Rabu sebesar Rp200.000 per orang, ditambah dana pribadi anggota.

>>> Newcastle United Incar James Trafford dari Manchester City

"Seluruhnya pakai uang kas paguyuban, sisanya ditambah uang pribadi," ujarnya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru