Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,5-3,75 persen dalam rapat perdana yang dipimpin oleh Ketua The Fed Kevin Warsh pada Rabu (17/6/2026) waktu setempat.
Keputusan ini diambil di tengah ketidakpastian inflasi yang tinggi akibat perang Iran. Meski suku bunga tetap, The Fed mengirim sinyal adanya kemungkinan kenaikan suku bunga ke depan.
>>> Suku Bunga KPR AS Melonjak ke 6,62% Usai The Fed Pertahankan Suku Bunga
Federal Funds Rate bertahan pada level yang sama sejak pemangkasan sebesar 75 basis poin pada paruh kedua 2025.
Para pejabat Federal Open Market Committee (FOMC) mengubah proyeksi ekonomi dan menghapus perkiraan penurunan suku bunga tahun ini.
Sikap Kevin Warsh soal Dot Plot
Dalam pertemuan ini, Kevin Warsh menjadi sorotan karena tidak menyerahkan proyeksi suku bunga pribadi dalam Summary of Economic Projections.
Ia mengonfirmasi sikapnya yang mengkritik instrumen petunjuk arah kebijakan tersebut.
"Saya tidak menyerahkan dot untuk diri saya sendiri. Menurut saya, itu tidak membantu dalam pelaksanaan kebijakan moneter," ujar Kevin Warsh.
Warsh menambahkan bahwa bank sentral akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap strategi komunikasi mereka pada akhir tahun nanti.
Evaluasi ini mencakup konferensi pers, dot plot, rapat, transkrip, risalah rapat, dan hal-hal lainnya.
>>> Newcastle United Incar James Trafford dari Manchester City
"Saya cukup terbuka terhadap berbagai kemungkinan yang dapat dipertimbangkan," lanjutnya.
Proyeksi Ekonomi dan Suku Bunga
Berdasarkan data Summary of Economic Projections, median perkiraan suku bunga akhir 2026 naik menjadi 3,8 persen.
Sebanyak sembilan anggota FOMC memproyeksikan kenaikan, delapan memproyeksikan tetap, dan satu memproyeksikan penurunan.
The Fed juga merevisi proyeksi inflasi utama 2026 menjadi 3,6 persen dan inflasi inti menjadi 3,3 persen.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi AS diturunkan menjadi 2,2 persen dan tingkat pengangguran dipangkas menjadi 4,3 persen.
Indikator FedWatch milik CME Group menunjukkan pelaku pasar kini mengantisipasi adanya kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin sebelum akhir tahun 2026.
>>> The Trans Luxury Hotel Surabaya Hadirkan Beach Club Rooftop dengan Pasir Australia
Hal ini seiring kuatnya data tenaga kerja nonfarm payrolls.