Menteri Kebudayaan Margareth Menezes meluncurkan dua program strategis, yakni Program Conviver dan Territórios Verdes da Cultura, dalam kunjungan kerja di Paranagua dan Colombo, Parana, pada Rabu (17/6/2026).
Langkah Kementerian Kebudayaan (MinC) ini bertujuan memperkuat integrasi antara pelestarian warisan budaya, keberlanjutan lingkungan, adaptasi iklim, serta pemberdayaan masyarakat berpenghasilan rendah.
>>> Saham GOTO Stagnan di Rp 50 Meski Ada Rencana Buyback Rp 3,5 Triliun
Program Conviver di Paranagua
Kunjungan menteri ke Paranagua difokuskan pada peluncuran Program Conviver di Museum Arkeologia dan Etnologia (MAE) Universitas Federal Parana (UFPR) dengan investasi dari emendasi parlemen sebesar R$ 878,3 ribu.
Inisiatif hasil kerja sama dengan UFPR ini mengintegrasikan universitas, mahasiswa, teknisi, dan warga untuk pemeliharaan, restorasi, serta pemberian bantuan teknis gratis di kawasan bersejarah.
Selain meluncurkan program, rombongan menteri juga memantau kondisi bangunan bersejarah Institut Pendidikan Negara Dr. Caetano Munhoz da Rocha yang baru-baru ini dilanda kebakaran.
Deputi Federal Gleisi Hoffmann mengatakan bahwa Iphan ingin berkolaborasi dan membantu.
Ia menambahkan bahwa dana restorasi melalui Lei Rouanet sebenarnya telah disetujui untuk bangunan tersebut sebelum insiden kebakaran terjadi.
Menteri Kebudayaan menyatakan bahwa kehadirannya di lokasi tersebut merupakan wujud solidaritas serta komitmen bersama dalam membangun kembali bangunan yang rusak.
Margareth Menezes menjelaskan bahwa skema penataan kawasan cagar budaya melalui Program Conviver melibatkan partisipasi aktif komunitas lokal dan universitas federal.
Menurut Margareth Menezes, tanggung jawab pemeliharaan kota bersejarah harus dipikul bersama oleh pemerintah dan masyarakat yang menempatinya.
Menteri Kebudayaan juga memuji kekayaan memori serta potensi daya tarik wisata kultural yang dimiliki oleh kota Paranagua.
Sementara itu, Presiden Nasional Iphan Deyvesson Gusmao memandang program ini sebagai bentuk kesepakatan sosial dalam pelestarian budaya nasional.
>>> Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Bogor Bedah 8 Rumah Warga
Deyvesson Gusmao menegaskan pelaksanaan program ini dijalankan sesuai misi lembaga melalui kolaborasi erat dengan pemerintah daerah dan institusi akademik.