Seorang perempuan tunagrahita bernama Choiriyah (47) tewas setelah dianiaya secara berulang oleh kakak kandungnya sendiri, Suparni (61), di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Aksi kekerasan fatal tersebut dipicu oleh rasa jengkel pelaku yang menganggap korban selalu mengganggunya sehari-hari.
>>> KEI Learning Gelar Workshop Google Spreadsheet Berbasis AI, Tingkatkan Kemampuan Olah Data
Kasus ini terungkap setelah jenazah korban ditemukan pada Jumat (12/6) sekitar pukul 10.00 WIB.
Pelaku awalnya berdalih bahwa korban meninggal akibat terjatuh di kamar mandi hingga langsung dimakamkan.
Namun, kecurigaan warga yang mengetahui adanya dugaan penganiayaan sebelum korban wafat mematahkan alibi tersebut.
Kepolisian segera melakukan penyelidikan dan membongkar makam korban untuk autopsi.
>>> IHSG Diprediksi Sideways Cenderung Melemah, Cermati Sentimen BI dan MSCI
Pelaku Ditangkap dan Mengaku
Aparat dari Tim Resmob Polres Jombang bergerak cepat menangkap pelaku serta mengamankan barang bukti berupa satu batang tongkat sapu yang dipakai untuk memukul korban.
"Pada Minggu (14/6), Tim Resmob Polres Jombang menjemput Suparni untuk menjalani pemeriksaan.
Di hari yang sama, polisi juga melakukan ekshumasi dan autopsi terhadap jenazah Choiriyah di Makam Islam Dusun Pajaran," kata Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander.
Pemeriksaan intensif terhadap pelaku akhirnya membuahkan pengakuan mengenai motif utama di balik tindakan keji tersebut.
>>> Rivalitas Messi dan Ronaldo Kembali Memanas di Piala Dunia 2026
"Keterangan tersangka (Suparni) memukul korban karena sudah jengkel, menurutnya korban selalu mengganggunya," terang Dimas.
