Setelah posisi ditentukan melalui layar utama, sistem mengontrol setir dan pergerakan maju mundur secara mandiri.
Proses parkir berjalan mulus berkat Full-Stack LoFIC Architecture dan prosesor NVIDIA Orin-X.
Sistem XPILOT Assist juga menyediakan Adaptive Cruise Control (ACC) dan Lane Centering Control (LCC).
Teknologi ini diuji dalam perjalanan Jakarta-Cirebon. Mobil secara otomatis menjaga jarak aman dan menyesuaikan kecepatan dengan kendaraan di depan.
Integrasi ACC dan LCC memungkinkan mobil berpindah lajur otomatis saat lampu sein dinyalakan.
Pengalaman Berkendara Urban
Posisi mengemudi mudah disesuaikan berkat jok elektrik dan setir tilt-telescopic. Visibilitas depan baik, dan pandangan belakang dibantu kaca spion tengah digital real-time.
Akselerasi responsif tanpa jeda berkat torsi instan motor listrik. Mode Eco cukup untuk mobilitas harian, sementara Comfort dan Sport menawarkan performa lebih agresif.
Suspensi agak kaku untuk menjaga stabilitas tinggi dan meminimalkan limbung saat menikung di tol. Peredaman kabin optimal mereduksi suara bising.
Radius putar yang relatif kecil membuat mobil lincah di perkotaan, ditambah kamera 360 derajat yang membantu di ruang sempit.
Simulasi Biaya Operasional 100.000 Km
Konsumsi energi tercatat 16,2 kWh per 100 km atau setara 6,17 km per kWh. Baterai 66 kWh mampu menempuh jarak sekitar 435 km sekali pengisian.
Dengan asumsi tarif listrik Rp 2.466 per kWh, biaya pengisian dari kosong hingga penuh adalah Rp 162.756.
Total biaya pengisian untuk 100.000 km mencapai Rp 39.949.200. Xpeng memberikan gratis servis hingga 100.000 km.
Kendaraan listrik murni juga dibebaskan dari PKB dan BBNKB. Pemilik hanya membayar SWDKLLJ Rp 143.000 per tahun dan biaya administrasi sekitar Rp 300.000.
>>> Ghana Tekuk Panama 1-0 Berkat Gol Dramatis Caleb Yirenkyi
Akumulasi biaya administrasi dan SWDKLLJ selama lima tahun mencapai Rp 2.215.000.